Keren, Paduan Suara Ini Borong Emas Dunia di Italia
Jumat, 6 Oktober 2017 | 12:24 WIB

VIVA 6_10_2017 Keren, Paduan Suara Ini Borong Emas Dunia di Italia

Sebuah prestasi dunia ditorehkan Gratia Choir, grup paduan suara mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang, Jawa Tengah. Mereka berhasil memboyong lima emas dalam dua perlombaan tingkat internasional sekaligus yang digelar di Italia. 

Kedua ajang seni bergengsi dunia itu digelar di kota Rimini dan Florence pada 21-29 September 2017. Gratia Choir, salah satu wakil Indonesia di ajang tersebut berhasil mendapatkan lima Gold Diploma, satu Silver Diploma, Special Prize for Best Performance of Italian Composer’s Work, dan Second Place at Grand Prix Competition.

Pertama, 33 mahasiswa yang tergabung dalam Gratia Choir mengikuti ajang 11th Rimini International Choral Festival di Kota Rimini pada 21-24 September 2017. Total tiga kategori yang diikuti, yaitu kategori Folklor, Gospel, Spiritual; kategori Mixed Choir; dan Sacred Music.

Grup wakil Indonesia ini harus bersaing dengan sejumlah kelompok paduan suara dari berbagai negara, seperti Slovakia, Slovenia, Swedia, Polandia, Rusia, Guetemala, Italia, Hungaria, Portugal, Lithuania, Latvia, Spanyol, dan Estonia.

Pada tiga kategori itu, Gratia Choir tampil mengesankan di hadapan tiga dewan juri yang merupakan profesor musik kelas internasional. Mereka mampu meraih Gold Diploma lv 1 dengan nilai 87,40 untuk kategori Folk, Gospel, Spiritual; Gold Diploma lv 1 dengan nilai 85,21 untuk kategori Mixed Choir; dan Silver Diploma untuk kategori Sacred Music dengan nilai 82,48.

Pundi-pundi emas Indonesia semakin bertambah saat Gratia Choir mengikuti ajang bertajuk Andrea del Verrocchio International Choral Festival di kota Florence pada 26-29 September 2017.

Di ajang ini mereka harus bersaing dengan sejumlah grup asal Rusia, Guatemala, Polandia serta tuan rumah Italia. Namun, usaha keras anak-anak Gratia Choir berbuah manis.

Mereka kembali memboyong Gold Diploma lv 1 dengan nilai 86,46 untuk kategori Popular, Folk, Gospel, Barbershop, Jazz dan Modern Ansamble sebagai juara pertama. Lalu juga Gold Diploma lv 1 dengan nilai 86,67 untuk kategori Youth and University Choirs sebagai juara pertama.

Untuk kategori Sacred Music, Gratia Choir juga mendapatkan Gold Diploma lv 1 dengan nilai 86,88. Dewan juri juga menetapkan Gratia Choir mendapatkan Special Prize for Best Performance of Italian Composer’s Work dan Second Place at Grand Prix Competition.

Untuk kategori sakral, mereka menyanyikan lagu Stetit Angelus, Ave Maria, Gloria Patri, dan Domine Deus. Sementara itu, untuk kategori mix, Gratia Choir menyanyikan empat buah lagu yaitu Pange Lingua, Io Mi Son Gio Vinetta, Mate Saule, dan Cantate Domino.

Untuk kategori folklor atau lagu rakyat, Gratia Choir melantunkan lagu-lagu daerah Indonesia, yakni Hela Rotane (Maluku) Ugo-Ugo (Banyuwangi), Luk-Luk Lumbu (Banyuwangi), dan Yamko Rambe Yamko (Papua).

Alfonso Andika Wiratma, selaku pelatih sekaligus dirigen Gratia Choir mengaku, prestasi gemilang timnya di Italia tak lepas dari kerja keras latihan selama ini. Ia mengaku persiapan bertanding di Italia dilakukan selama hampir tujuh bulan sejak Januari 2017. 

"Tentu ini buah kerja keras latihan selama ini. Kami sempat tidak percaya. Karena lawan kami adalah grup dari dari Eropa Timur yang merupakan asal paduan suara di sana. Sempat tak yakin, tapi bersyukur hasilnya bagus, " kata Andika kepada VIVA co.iddi Semarang, Jumat, 6 Oktober 2017.

Agustinus Dian Purnandi, selaku ketua delegasi grup mengaku, pihaknya membawa 33 orang timnya yang terdiri atas 30 penyanyi, satu orang official, satu pelatih, dan seorang pendamping. Mereka berada di Italia selama dua pekan sejak 19 September hingga 3 Oktober 2017.

"Jadi kompetisi di Eropa jadi kebanggaan tersendiri. Kendala yang jelas suhu, makanan. Tidak mudah adaptasi dengan cuaca yang memasuki musim gugur dan makanan Italia. Untung kami membawa beras dari Tanah Air," kata Dian.

Sebagai ungkapan bangga itu, lanjut Dian, timnya berkesempatan bernyanyi saat berwisata di Vatikan, Roma. "Di akhir acara, kami sempatkan menyanyi di Vatikan, di sana dilihat semua turis. Kami nyanyikan lagu Indonesia Raya,” kata Dian.

Saat tiba di Tanah Air pada 3 Oktober 2017, grup Gratia Choir pun mendapatkan sambutan suka cita. Rektor Unika Soegijapranata, Frederik Ridwan Sanjaya, mengaku bangga atas prestasi lima emas dan satu perak anak didiknya di Italia. Awalnya, ia mengaku mendapatkan informasi itu dari orang-orang Indonesia di Vatikan.

"Kami ucapkan selamat atas prestasi tertinggi ini. Jadi ada kegembiraan dari orang Indonesia di sana melihat teman-teman menang. Kemenangan bukan untuk Unika saja tapi juga orang Indonesia di Vatikan, " katanya.

(►http://www.viva.co.id)

Kategori: