Kegiatan Student Exchange Diakhiri Dengan Cultural Night
Senin, 23 Oktober 2017 | 13:01 WIB

Setelah usai menjalani program Student Exchange di Unika Soegijapranata selama hampir sepekan, sepuluh mahasiswa dari School of Business and Economic University of San Carlos, Cebu City,  Philippines mengakhiri kegiatan dengan pentas seni Cultural Night  dengan  tema “A Night to Remember” yang diadakan pada hari  Jumat (20/10), di ruang Teater Gedung Thomas Aquinas, Unika.

Dalam Cultural Night ini, perwakilan mahasiswa dari University of San Carlos maupun Unika Soegijapranata hadir dengan mengenakan pakaian adat masing-masing negara. Berbagai pertunjukkan juga ditampilkan oleh perwakilan Unika Soegijapranata antara lain paduan suara, sendratari dan tak kalah menariknya, Romo Aloysius Budi, Pr sebagai Bintang Tamu juga menampilkan kemahirannya dalam bermain saxophone dengan memainkan 2 lagu dari album keduanya yang berjudul, Amazing Grace dan Kumau Cinta Yesus (versi Bahasa Mandarin).

Demikian pula, mahasiswa University of San Carlos, Cebu City,  Philippines, juga menampilkan tarian tradisional dari Daerah Luzon di Pulau Mindanao yang dipadukan dengan tarian tradisional Kota Cebu.

Cultural Immersion

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Soegijapranata, Drs. Sentot Suciarto A, MP., Ph.D mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang menerima dan menyelenggarakan kegiatan Student Exchange di Unika Soegijapranata termasuk kepada para mahasiswa dan dosen pendamping dari University of San Carlos, Philippines karena acara yang dijadwalkan dapat terselenggara dengan baik.

Dr. Octavianus Digdo Hartomo selaku Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Soegijapranata juga menjelaskan tentang kegiatan yang telah dilakukan selama Student Exchange. “Kegiatan Student Exchange ini mengangkat tema ”Cultural Immersion” dimana masing-masing pihak baik Unika Soegijapranata maupun University of San Carlos saling mempelajari budaya masing-masing. Dan selama berada di Semarang, mahasiswa dari University of San Carlos diperkenalkan dengan kesenian khas Jawa Tengah seperti membatik, tari Jawa maupun kesenian Gamelan. Selain itu mereka juga diajak untuk melihat bangunan bersejarah seperti Candi Borobudur dan Keraton Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) serta diajak pula mengunjungi beberapa perusahaan nasional seperti PT. Marifood (Marimas) dan PT. Telkom,” jelas Digdo Hartomo.

“Apabila dilihat dari sisi budayanya, tarian adat Filipina juga memiliki kesamaan dengan Indonesia. Hal ini menandakan meskipun berbeda negara, sejatinya Filipina dan Indonesia masih dalam satu rumpun. Menurut saya, hal ini bisa menjadi bekal yang bagus dalam globalisasi. Karena yang dibutuhkan dalam globalisasi adalah kerjasama masing-masing negara bukan hanya kompetisi melulu di antara negara ASEAN,” tegasnya.

Sementara itu salah satu mahasiswa University of San Carlos juga mengungkapkan kesan positipnya saat ditanya tentang  kegiatan Student Exchange yang dia ikuti, “Saya sangat terkesan dengan perilaku masyarakat Indonesia, kebudayaan, dan juga lingkungannya. Disini  aku tidak merasa sedang berada di negara lain karena rata-rata orang Indonesia sangat mirip dengan orang Filipina” ujar Dorothy.

Hal serupa diungkapkan pula oleh Jemima yang juga peserta dari University of San Carlos Philippines, “Pengalaman favorit saya selama berada di Semarang adalah mengunjungi Candi Borobudur, menurut saya tempat tersebut sangat bersejarah dan sarat akan budaya. Dan tidak hanya itu, pemandangan yang ditawarkan juga menarik, karena dari atas Candi Borobudur kita dapat melihat pegunungan yang mengelilingi candi” imbuhnya. (Cal)

Kategori: ,