“Hidden Hunger” Dalam Food Competition Day Unika
Selasa, 24 Oktober 2017 | 7:58 WIB

Food Competition Day (FCD) kembali digelar di kampus Unika Soegijapranata pada hari Jumat (20/10) hingga Sabtu (21/10). Berbeda dari tahun sebelumnya, FCD kali ini diselenggarakan selama dua hari. Acara yang diikuti oleh siswa-siswi tingkat SMA/SMK se-Jawa Tengah dan Yogyakarta ini terbagi ke dalam tiga macam lomba, yakni lomba debat bahasa Inggris, cooking competition, dan reserach competition yang merupakan jenis lomba baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika kali ini mengangkat tema “Hidden Hunger”. Peter Yulianto selaku ketua panitia menyampaikan bahwa tema yang diusung tersebut sejalan dengan tema program Food and Agricultural Organization (FAO) tahun ini yakni Zero Hunger atau memberantas kelaparan.

“Mungkin istilah Hidden Hunger masih asing bagi sebagian besar orang, namun sebenarnya sudah sangat banyak kasus yang terjadi di sekitar kita. Hidden hunger adalah bentuk kekurangan gizi mikro berupa defisiensi zat besi, yodium, asam folat, vitamin A dan beberapa jenis vitamin B. Tidak ada gejala yang nampak dari luar, namun sebenarnya ketahanan tubuh penderita menjadi buruk,” ungkap Peter. “Mengonsumsi makanan yang kurang sehat, serta pola makan yang tidak seimbang menjadi penyebab seseorang mengalami hidden hunger,” imbuhnya. Peter berharap FCD 2017 dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap masalah-masalah yang tak nampak di permukaan namun sebenarnya sangat membutuhkan perhatian.

Tema dan Bahasan Yang Tidak Biasa

Melalui lomba debat, para peserta diajak untuk berdiskusi tentang masalah-masalah yang ada di dunia pangan serta bagaimana cara mengatasinya. Melalui lomba cooking competition, peserta diminta untuk membuat appetizer dari bahan utama kacang tanah, sayuran serta buah, untuk mengatasi masalah defisiensi zat besi. Sedangkan melalui lomba riset, peserta diharapkan dapat mengekspresikan ide mereka secara ilmiah.

“Acara FCD sudah bagus. Kami juga tertarik dengan temanya yang tidak biasa. Hanya saja, untuk ke depannya mungkin ruangan tempat lomba jangan terlalu jauh dari tempat transit,” ungkap Maria Susana Widyaningsih, pendamping tim debat SMA Kolese Loyola.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Pricillia Tascha, peserta lomba debat dari SMK Theresiana. Menurutnya, mosi yang diberikan dalam debat cukup berbeda dari debat lainnya. “Kebanyakan biasanya membahas dari sisi culture, sosial, politik, dan ekonomi. Kalau di FCD ini lebih banyak ke food analysis,” ungkapnya.

Tim SMA YSKI B keluar sebagai juara I dalam lomba debat bahasa Inggris dan diikuti oleh tim SMA YSKI A sebagai juara II. Sedangkan predikat best speaker jatuh kepada Michael Patrick dari tim SMA YSKI A. Research competition dimenangkan oleh SMA Kebon Dalem dengan risetnya yang berjudul “BISCANGTE” (Biskuit dari Cangkang Telur) sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas jajanan sekolah. Juara I Cooking competition dimenangkan oleh SMK Theresiana dengan kreasi “Crunchy Asian Garden with Pinepeanut Sauce”. Sedangkan juara II diperoleh SMK Jambu dengan kreasinya risoles mix vegetable. (B.Agth)

Kategori: ,