Belajar Melayani dengan Sepenuh Hati – kaderisasi CM #4
Senin, 9 Oktober 2017 | 8:31 WIB

Investor Daily 8_10_2017 Belajar Melayani dengan Sepenuh Hati

BANDUNGAN– Malam pertama (Jumat, 06/10/2017) sesudah "makan malam semeja sedaun pisang", saya mendapat giliran memberikan pembekalan tentang pelayanan dengan sepenuh hati. Dengan penuh antusias, mereka mendengarkan dan memperhatikan yang kusampaikan. Syukur kepada Allah.

Inilah yang kusampaikan kepada mereka. Pertama-tama, kusampaikan kepada mereka bahwa seumur hidup kita terus belajar melayani dengan sepenuh hati dalam suka maupun duka. Jangan pernah cemas, khawatir atau kecewa apalagi takut bila pelayanan kita diabaikan, dilecehkan bahkan ditolak dan tak dihargai.

Selanjutnya, mengacu pada tema karya Unika Soegijapranata sebagaimana telah dirumuskan oleh The Soegijapranata Institute dan menjadi komitmen pula seluruh komunitas Unika Soegijapranata, siapa pun yang akan dipilih menjadi pengurus OMK Campus Ministry Unika Soegijapranata mesti berusaha menjadi pribadi yang hidup dalam inspirasi transformatif dan tranaformasi inspiratif.

Para pengurus OMK CM hanya dapat melayani dengan sepenuh hati bila hidup dalam Roh Kudus dan rela terus mengubah diri menjadi baik serta memiliki daya ubah. Maka, pentinglah terbuka pada bimbingan Roh Kudus terus-menerus.

Itulah yang dihayati dan diwariskan Mgr. Albertus Soegijapranata yang menjadi patron universitas kita. Semua yang terlibat dalam Campus Ministry Unika Soegijapranata pun diundang untuk menghayati warisan spirit Seogijapranata tersebut.

Hal lain yang perlu diperhatikan untuk mampu melayani dengan sepenub hati adalah sukacita, kegembiraan dan kerendahan hati. Setiap pelayanan yang kita lakukan, meski hanya sederhana akan bermakna bagi Tuhan dan sesama bila kita lakukan dengan sukacita, gembira, dan rendah hati. 

Hal terakhir yang perlu diperhatikan untuk bisa melayani dengan sepenuh hati adalah kasih. Kita melakukan hal-hal sekecil apa pun dengan kasih. Kasih itu sabar, lemah lembut, dan tidak diskriminatif. Kasih melayani semua dan siapa saja.

Sesudah memberikan pembekalan itu, saya mengajak semua calon pengurus dalam kaderisasi itu untuk berbicara. Semua wajib berbicara menyampaikan apa saja yang mereka tangkap dan pikirkan tentang pelayanan sepenuh hati. Sesudah itu, masing-masing peserta saya persilahkan menilai, mengomentari dan menegaskan dalam satu dua kalimat apa pun yang mereka ingat yang sudah dikatakan teman-temannya. Puncaknya, dalam keheningan, mereka saya minta untuk menulis satu kata dalam selembar kertas hal apa pun yang mengesan dalam diri mereka selama mendengarkan dan saling mendengarkan di antara mereka.

Hasilnya, mereka saya persilakan untuk merangkai semua kata itu menjadi kalimat-kalimat yang akan menjadi bingkai mereka dalam melayani sepenuh hati bersama Campus Ministry Unika Soegijapranata. Inilah rumusan yang mereka hasilkan: "Kami adalah keluarga yang bersatu karena cinta, ketulusan, dan kedamaian. Karena kebersamaan ini, kami akan saling mendengarkan.  Oh sungguh, sukacita inilah yang akan membuat kami menjadi terang. Be sure!"

Demikianlah hasil di hari pertama kaderisasi para pengurus OMK Campus Ministry Unika Soegijapranata. Hasil di hari pertama ini akan kami jadikan bekal untuk memasuki proses selanjutnya di hari-hari berikutnya. (bersambung #5)

(►http://id.beritasatu.com)

Kategori: