Belajar Entrepreneurship hingga Semarang
Senin, 23 Oktober 2017 | 9:00 WIB

SM 21_10_2017 Belajar Entrepreneurship hingga SemarangMahasiswa University of San Carlos Filipina

MERINTIS bisnis tidak mudah. Kerja keras para pemilik usaha ini coba dipelajari oleh 10 mahasiswa University of San Carlos Filipina yang bertandang ke Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang selama sepekan. Tak hanya mempelajari budaya, di sela-sela kunjungan, mereka juga belajar bagaimana membangun sebuah bisnis di Kota Semarang. Kyle Therese B Juanico cukup percaya diri mengenalkan usaha desain tas Raffabac yang lebih kurang setahun dijalani bersama tiga kawannya.

Mahasiswi berusia 20 tahun itu mengaku mendapatkan inspirasi dari kunjungannya ke sejumlah tempat usaha di Kota Semarang seperti Herborist, Marimas atau Trasty Batik. Di tempat terakhir ini, Kyle mengaku mendapatkan banyak ilmu dan inspirasi dari sang pemilik, Naneth Adi Ekopriyono yang terjun dalam bidang handycraft selama beberapa tahun terakhir ini.

’’Sejak masuk kuliah, mahasiswa di sana harus mulai merintis usaha dan itu sudah kami lakukan dengan membuat Raffabac yang desainnya chic, unik serta bisa dipakai untuk harian,’’ kata Kyle usai belajar membatik di kanvas di galeri Trasty Batik, Jumat (20/10).

Tambahan Penghasilan

Tak beda dengan Kyle, mahasiswa lainnya, Matthew Laurence sudah mengelola customize bisnis tour and travel ’’Bucketlist’’untuk segmen tertentu. Apresiasinya terhadap kewirausahaan yang tumbuh dan berkembang di kota ini muncul saat bisnis tak sekadar menjadi ladang uang bagi para pemiliknya, tetapi juga bagaimana bisa mengkaryakan orang lain di sekitar untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

’’Ini sekaligus menjadi ruang usaha dan memberikan solusi terutama memberikan lapangan kerja seluas-luasnya dan membangun jiwa entreprenurship dengan membantu supaya mereka bisa juga menjadi mandiri dan mendapat penghasilan untuk membantu perekonomian keluarga,’’ ujar Matthew.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Unika, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Octavianus Digdo Hartomo mengungkapkan, para mahasiswa ini diajak belajar bagaimana membatik di Kampung Batik Semarang lalu menyulam dan juga memahami bagaimana entrepreneurship di Indonesia, khususnya Kota Semarang. Kerja sama ini juga dilakukan tidak hanya bertukar mahasiswa tetapi juga dosen serta penelitian dari kedua universitas.

(►http://www.suaramerdeka.com, Suara Merdeka 21 Oktober 2017, epaper.suaramerdeka.com)

Kategori: