Unika, Lingkungan Yang Unik
Jumat, 8 September 2017 | 10:08 WIB

Monica Christiana Widodo, atau yang akrab dipanggil dengan nama panggilan Monica, merupakan salah satu mahasiswa Fakultas Psikologi yang mendapati gelar sebagai wisudawati terbaik dengan IPK 3,91 dengan judul Skripsi “HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN NEUROTICISM DENGAN DISENGAGEMENT COPING STRESS”.

Perempuan kelahiran Semarang, 10 Agustus 1995 ini, dan merupakan alumnus dari SMA Karangturi Semarang, selain aktif didalam fakultas, Monica juga bergabung pada organisasi Group of Leaders on Research and Society (GLORY-6) dan Tim Edukasi Fakultas Psikologi. Tidak hanya itu, perempuan penyuka hobi membaca buku ini juga merupakan juara ke-III SOTY (Student of The Year) pada tahun 2015, yang kemudian memberinya kesempatan untuk mengikuti student conference ASEACCU 2015 yang diadakan di Unika Soegijapranata dan ASEACCU 2016 yang diadakan di University of Notre Dame Australia dengan full sponsorship.

Anak dari pasangan Gideon Widodo dan Christine Nusantara, tidak puas dengan keaktifannya dilingkup Universitas, Monica juga bergabung dalam beberapa kegiatan, seperti mengikuti London International Model United Nations (LIMUN 2015) yang diadakan di Central Hall Westminster dan Imperial College London. Pada simulasi sidang PBB tersebut, dia mewakili  Republic of Angola di komite United Nations General Assembly First Committee: Disarmament and International Security (DISEC), “Memberikan kesempatan pada saya semua kegiatan yang saya ikuti membuat saya lebih mengenal diri saya, seperti tentang apa yang saya sukai, apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan saya. Saya juga mengasah soft skill seperti interpersonal skill dan leadership” ujarnya.

Be the most excellent version of yourself.. “Pay careful attention to your own work, for then you will get the satisfaction of a job well done, and you won’t need to compare yourself to anyone else”. Begitulah Motto dalam hidupnya yang selalu ia pegang hingga menjadikan dirinya seperti saat sekarang ini.

Selama tugas akhirnya, menurutnya ada beberapa kendala yang menghambatnya, akan tetapi tidak ada yang terlalu sangat berarti, kemudian tugas akhir (skripsi) berhasil diselesaikan dan dinyatakan lulus pada 19 Mei 2017 dan memperoleh nilai A. Tidak ketinggalan, dia juga memberikan tips dan trick agar menjadi yang terbaik dari yang terbaik,Melakukan setiap tugas yang diberikan dengan excellent, dalam arti maksimal dan mengerjakan dengan versi terbaik yang kita bisa sehingga hasilnya baik dan tentunya tidak mengecewakan. Selalu ingat apa yang jadi tujuan kita dalam kuliah, yaitu bertanggung jawab pada orang tua dengan memberikan nilai yang maksimal dan mendapat ilmu yang diperlukan. Kemudian, Bergabung dengan teman-teman, komunitas, atau organisasi yang memacu diri untuk bermimpi lebih besar dan mengembangkan diri lebih lagi” tambahnya yang merupakan anak ke-2 dari dua bersaudara ini.

Dia, sangat bangga dengan Universitas yang membuatnya ia semakin banyak belajar, menurutnya, Unika adalah lingkungan yang unik. Setiap prinsip atau value yang ditanamkan (berdasar pada ajaran Mgr Soegijapranata yang mungkin sudah lama) selalu relevan dengan perkembangan zaman. Di kondisi yang cukup sulit dengan perpecahan akibat SARA, gaya hidup yang boros, dan ketidakpedulian, semua value tentang mencintai Tuhan dan bangsa, kesederhanaan, dan peduli dengan lingkungan sosial menjadi nilai penting yang saya dapatkan di sini.

“Hargai setiap kesempatan untuk mendapat ilmu/kuliah, sebab tidak semua orang memperolehnya. Hargai kesempatan dengan belajar yang maksimal dan tentunya jangan lupa mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai kegiatan yang diminati. Setiap kegiatan itu akan membantu kita mengenal diri lebih lagi, termasuk potensi-potensi yang menjadi kelebihan kita” tutupnya. (adj)

Kategori: ,