Unika Jawab Tantangan Pasar Kerja
Sabtu, 9 September 2017 | 13:50 WIB

Unika Soegijapranata secara resmi melepas sebanyak 459 wisudawan-wisudawati dalam acara wisuda yang diadakan pada hari Sabtu (9/9) bertempat di gedung Sporthall, Unika. Adapun jumlah 459 wisudawan tersebut berasal dari 4 program studi magister, 12 program studi sarjana, dan 1 program studi diploma di lingkungan Kampus Unika Soegijapranata.

Dalam sambutannya, Rektor Unika Soegijapranata Prof. Dr. F Ridwan Sanjaya, SE., S.Kom., MS.IEC, memulai dengan jawaban atas berita yang beredar melalui aplikasi Whatsapp baru-baru ini mengenai Bunuh Diri Massal Perguruan Tinggi yang membicarakan mengenai 2 perusahaan internasional, Google dan Ernst & Young, yang menerima calon karyawan tanpa harus mengenyam perguruan tinggi.

“Saya melihat dari pesan Whatsapp yang beredar seperti ada ketakutan bahwa ke depannya para perusahaan ternama sudah tidak mencari lagi lulusan dari perguruan tinggi. Untuk menjawab hal tersebut, saya sampaikan bahwa ketika sebuah perguruan tinggi tidak dapat memberikan jaminan bahwa mereka berbuat yang terbaik untuk para lulusannya dan bagi para pemberi lowongan kerja maka jangan disalahkan ketika perusahaan tidak membutuhkan lulusan dari perguruan tinggi karena tidak ada sesuatu yang menunjukkan bahwa pendidikan perguruan tinggi telah melakukan yang terbaik dan memberi nilai tambah tersendiri bagi kemampuan mahasiswa. Menurutnya, kampus telah memberikan kepada mahasiswa bekal wawasan serta pemahaman mengenai etika dan etos kerja sehingga saat lulus, kemampuan seorang alumni berbeda dengan lulusan non Perguruan Tinggi. Diharapkan alumni perguruan tinggi lebih cekatan, memiliki wawasan lebih luas, kinerja dalam team lebih bagus dan saya rasa hal itu bisa dilakukan oleh dunia pendidikan tinggi” jelas Prof. Ridwan.

“Akan tetapi, saya tidak menuntut seluruh alumni untuk bekerja sebagai karyawan di perusahaan orang karena dunia digital memungkinkan seseorang untuk membuka lapangan kerja. Saya dapat mengambil contoh dari mahasiswa yang saya bimbing dalam tugas akhirnya, dan telah membuat game Jomblo Keren yang berhasil masuk dalam 10 besar Top Paid Games (red : produk game berbayar yang paling banyak didownload di semua kategori dalam Google Playstore). Bahkan untuk kategori Game Simulasi Berbayar,  game ini dapat meraih peringkat pertama sebagai game yang paling banyak didownload. Setelah mengetahui hal tersebut, banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya untuk mendorong berdirinya perusahaan bahkan membiayai segala biaya yang keluar. 

Awalnya mungkin banyak orangtua yang bingung melihat model bisnis yang dijalankan oleh anaknya. Akan tetapi, saya yakin ke depan model bisnis rintisan sendiri (start up model) banyak berkembang bahkan tidak hanya bidang Teknologi Informasi saja yang berkembang menjadi start-up, bidang-bidang lainpun juga akan mengikuti. Generasi Y saat ini melihat start up sebagai suatu peluang dan saat ini sudah banyak contoh produk-produk hebat dari model bisnis ini seperti GO-JEK, Tokopedia, Bukalapak yang memang awalnya skala kecil tapi menginspirasi banyak orang untuk berwirausaha”tambah Prof. Ridwan. (Cal)

Kategori: ,