Unika Jawab Tantangan Pasar Kerja
Sabtu, 16 September 2017 | 16:16 WIB

Kopertis IV 15_9_2017 Unika Jawab Tantangan Pasar Kerja

Unika Soegijapranata melepas sebanyak 459 wisudawan-wisudawati dalam acara wisuda yang diadakan baru-baru ini bertempat di gedung Sporthall, Unika. Adapun jumlah 459 wisudawan tersebut berasal dari 4 program studi magister, 12 program studi sarjana, dan 1 program studi diploma di lingkungan Kampus Unika Soegijapranata.

Dalam sambutannya, Rektor Unika Soegijapranata Prof. Dr. F Ridwan Sanjaya, SE., S.Kom., MS.IEC, memulai dengan jawaban atas berita yang beredar melalui aplikasi “Whatsapp” baru-baru ini mengenai Bunuh Diri Massal Perguruan Tinggi yang membicarakan mengenai 2 perusahaan internasional, salah satunya Google. Inc yang menerima calon karyawan tanpa harus mengenyam perguruan tinggi.

Mencermati terhadap pesan Whatsapp tersebut  Prof. Ridwan mengatakan, kedepannya para angkatan kerja tidak harus memiliki gelar perguruan tinggi, karena secara nyata para perusahaan ternama sudah tidak mencari lagi lulusan dari perguruan tinggi. Menjawab hal tersebut,  ketika sebuah perguruan tinggi tidak dapat memberikan jaminan bahwa mereka berbuat yang terbaik bagi para lulusannya dan bagi para pemberi lowongan kerja, maka jangan disalahkan ketika perusahaan tidak membutuhkan lulusan dari perguruan tinggi,  karena tidak ada sesuatu yang menunjukkan bahwa pendidikan perguruan tinggi telah melakukan yang terbaik dan memberi nilai tambah tersendiri bagi kemampuan mahasiswa.

“Kampus telah memberikan kepada mahasiswa mengenai wawasan serta pemahaman mengenai etika dan mitos kerja, sehingga saat lulus kemampuan seorang alumni berbeda dengan lulusan SMA/SMK. Diharapkan alumni perguruan tinggi lebih cekatan, memiliki wawasan lebih luas, kinerja dalam team lebih bagus dan saya rasa hal itu hanya bisa dilakukan oleh dunia pendidikan tinggi”jelas Prof. Ridwan.

Rektor mengatakan, dirinya tidak menuntut seluruh alumni  bekerja sebagai karyawan di perusahaan orang, karena dunia digital memungkinkan seseorang untuk membuka lapangan kerja. “Saya dapat mengambil contoh dari mahasiswa yang saya bimbing dalam tugas akhirnya, dan telah membuat game Jomblo Keren yang berhasil masuk dalam 10 besar Top Paid Games (red : produk game berbayar yang paling banyak didownload di semua kategori dalam Google Playstore).” jelasnya

Prof. Ridwan meyakinkan, jika ke depan model bisnis rintisan sendiri (start up model) banyak berkembang bahkan tidak hanya bidang Teknologi Informasi saja yang berkembang menjadi start-up, bidang-bidang lainpun juga akan mengikuti. “Generasi Z saat ini melihat start up sebagai suatu peluang dan saat ini sudah banyak contoh produk-produk hebat dari model bisnis ini seperti GO-JEK, Tokopedia, Bukalapak yang memang awalnya skala kecil tapi menginspirasi banyak orang untuk berwirausaha” paparnya

Ia menambahkan,  untuk saat ini Tim Teknologi Informasi Unika Soegijapranata sedang mengembangkan aplikasi bernama Dashboard yang memiliki sistem kerja sejenis dengan beberapa aplikasi pendeteksi kesehatan lainnya, seperti misalnya aplikasi kesehatan yang tertanam dalam Apple Watch. “Dengan aplikasi Dashboard diharapkan seluruh civitas akademika Unika Soegijaranata dapat mendeteksi kesehatannya, seperti tekanan darah dan detak jantung hanya dengan berbasis aplikasi, serta diharapkan dari aplikasi ini dapat menampilkan riwayat kesehatan seluruh civitas akademika Unika Soegijapranata,”tandas Prof. Ridwan.

(►http://kopertis6.or.id)

Kategori: