UNIKA HEALTH DAY 2017 GEBRAKAN BEMU GALAKAN HIDUP SEHAT
Selasa, 12 September 2017 | 12:07 WIB

Car Free Day (CFD) biasanya memang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bersosialisasi, berkumpul dan menyalurkan hobi untuk berolah raga, entah itu berlari maupun senam bersama. Namun ada yang berbeda dari CFD kali ini, karena pada minggu pagi (3/9) CFD dimeriahkan dengan acara Unika Health Day yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata dan diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat serta mahasiswa di Lapangan DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Ketua Panitia UHD 2017, Kho Lukas Budi Setiawan menuturkan bahwa acara ini adalah kali pertama diadakan oleh BEM Unika guna mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan berlari, “Program Kerja ini adalah yang pertama kali diselenggarakan oleh BEMU dan kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk peduli akan kesehatan dengan berolah raga, salah satunya dengan lari. Unika Health Day ini dimulai dengan senam bersama yang diikuti oleh peserta lari kemudian dilanjutkan dengan Running sejauh 5 kilometer yang melewati jalan protokol di Kota Semarang, start dan finish ada di Lapangan DPRD Provinsi Jawa Tengah ini.”

Dalam lomba lari yang dibuka secara simbolis dengan pemotongan Pita oleh PJS Wakil Rektor III Dr. V. Kristina Ananingsih, S.T, M.Sc ini, para peserta melewati rute Gedung DPRD-Jalan Veteran-Jalan Dr. Soetomo-Jalan Pandanaran-Jalan Simpang Lima dan berakhir di Gedung DPRD kembali. Dan kepada 50 pelari pertama mendapatkan medali sebagai penghargaan atas usaha mereka dalam menempuh jarak 5 km yang mungkin tidak mudah. Selain lomba lari, Unika Health Day juga disemarakkan dengan bazar makanan serta stan pengobatan gratis yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Gedung DPRD dan masyarakat yang berada di sekitar area CFD ini.

Peduli akan Lingkungan

Sebagai wujud nyata meningkatkan kesadaran akan hidup sehat dan menjaga kelestarian lingkungan, Unika Health Day juga mengadakan pengabdian masyarakat yang diikuti oleh peserta running dengan mengambil sampah yang ada di jalanan untuk dikumpulkan supaya tidak mengotori lingkungan. Hal ini sebagai wujud kepedulian mahasiswa yang ingin meringankan beban Petugas Kebersihan yang ada di Kota Semarang,

“Kami juga mengadakan pengabdian masyarakat berupa memungut sampah yang ada di lingkungan sekitar rute lari supaya dapat meringankan beban petugas kebersihan. Walaupun kecil bentuknya, namun setidaknya kita sudah memulai sejak awal sehingga dapat diikuti oleh masyarakat dengan tidak membuang sampah sembarangan. Harapannya dengan kegiatan seperti ini masyarakat bisa peduli akan kesehatan dan lingkungannya, karena keduanya saling terkait ” pungkas Kho Lukas.(Ign)

Kategori: ,