Transaksi Tol Didorong Pakai E- Money
Kamis, 14 September 2017 | 13:35 WIB

KR 14_9_2017 Transaksi Tol Didorong Pakai E- Money

Pembayaran tol di Semarang didorong menggunakan elektronik money atau dikenal e money untuk mendapatkan banyak manfaat dan memaksimalkan layanan bagi pengguna jalan tol. Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertemakan ‘Transaksi Non Tunai Bagi Pengguna Alat Transportasi’ yang digelar kerjasama antara Bank Mandiri dengan Jasamarga di Horison Hotel Semarang, Rabu (13/9/2017).

Aprimon, DGM Operation Jasa Marga sebagai salah satu narasumber mengungkapkan pengguna e-money dalam hal ini e-toll hingga sekarang ini di Semarang mencapai 30 persen. "Para pengguna jalan tol merasakan manfaatnya karena praktis dan ketika membayar tol tidak harus menggunakan uang tunai yang memakan waktu cukup lama dan sering mengakibatkan antrean. Dari manfaat inilah kami akan menggunakan pembayaran non tunai dengan e-money atau e-toll untuk gerbang-gerbang tol di Semarang", ungkap Aprimon.

Saat ini Jasa Marga masih melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat, khususnya mereka yang sering menggunakan jasa jalur tol sebagai sarana transportasinya. Sosialisasi dilakukan dengan media spanduk, benner dan informasi melalui media sosial. Menurut Aprimon, respon masyarakat cukup bagus dan banyak yang mendukung demi kelancaran dan kemudahan perjalanan.

Guru Besar Akuntansi Berkelanjutan dan CSR Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang, Prof Dr Andreas Lako MSi CA menilai transaksi non tunai yang kini mulai diperkenalkan dan digunakan dalam bidang apapun merupakan tuntutan perkembangan jaman.

"Saya membaca arah perekonomian kita ini sedang menuju ke arah yang lebih modern atau maju. Teknologi digitalisasi sudah menyentuh dunia ekonomi, sehingga dikenal transaksi elektronik yang memberikan jaminan keamanan dan keakuratan. Sekarang cukup dengan membawa kartu, orang bisa melakukan transaksi apapun dan dimanapun. Kemudahan inilah yang akhirnya menjadi sebuah kebutuhan di masyarakat dan menggerakkan perekonomian", ungkap Prof Dr Andreas Lako MSi CA.

Sementara Zedo Faly, Bank Mandiri mengatakan kecenderungan masyarakat mengakses transaksi e-money cukup tinggi. Bank Mandiri membukukan sampai dengan Juni 2017, ada 9,76 juta kartu e-money yang diterbitkan Bank Mandiri. Jumlah transaksi selama tahun 2016 ada 386 juta transaksi dengan nilai Rp 3,78 triliun. Sedangkan Januari hingga Juli 2017 ada 267 juta transaksi dengan nilai Rp 2.99 triliun.

(►http://krjogja.com)

Kategori: