Soegijapranata Memorial Lecture IX
Jumat, 22 September 2017 | 17:38 WIB

“Kalau kita tidak menggunakan kesempatan yang ada, pihak lain akan menggunakan kesempatan itu. Kalau kita tidak memberi inspirasi-inspirasi, pihak lain akan memberikannya dan apabila kita belum juga memulainya, kapan akan dimulai sedangkan yang lain sudah lama dan selalu terus memulainya” begitulah kutipan inspiratif dari tulisan Mgr Albertus Soegijapranata. SJ yang menginspirasi The Soegijapranata Institute (TSI) Unika Soegijapranata untuk mengadakan Soegijapranata Memorial Lecture yang ke-9, pada hari Jumat (22/9) hingga Sabtu (23/9)  bertempat di Hotel Noormans, Semarang dengan  tema “Transformasi Inspiratif”.

Soegijapranata Memorial Lecture (SML) yang kini dilaksanakan adalah SML yang ke-9. Pada SML tahun sebelumnya, acara hanya diikuti oleh para pejabat struktural unika saja, sedangkan saat SML ke-9 ini agak berbeda dengan sebelumnya, yang diwajibkan mengikuti adalah seluruh dosen Unika dan pejabat strukturalnya,”ungkap Drs. Theo Sudimin, MS selaku Ketua  The Soegijapranata Institute Unika Soegijapranata.

Pemimpin Harus Inspiratif

Sementara itu Rektor Unika Soegijapranata, Prof. Dr. F Ridwan Sanjaya, SE., S.Kom, MS.IEC  dalam sambutannya menyampaikan tentang transformasi inspiratif, “”Kita patut bersyukur karena Unika Soegijapranata mempunyai tokoh seperti Mgr. Soegijapranata yang masih bisa digali nilainya karena beberapa universitas masih kesulitan menemukan nilai yang dapat digali karena tokohnya belum ditemukan. Dengan mengambil tema “Transformasi Inspiratif” acara SML ini semakin mengingatkan saya dengan pidato dari Mgr. Ignatius Suharyo (Uskup Agung Jakarta-red) yang berbicara mengenai tranformasi dalam diri Zakheus setelah mendapat kasih dari Tuhan kemudian membawa sukacita bagi banyak orang. Kita sebagai dosen dimungkinkan untuk menjadi inspirasi bagi orang yang kita layani baik itu mahasiswa dan orangtua. Apabila mengingat tentang Kang Sobary, ada beberapa kutipan Kang Sobary yang dapat kita pegang salah satunya : Kita tidak harus menjadi orang hebat, tapi cukup menjadi orang biasa yang menginspirasi. Tapi, biasa dalam hal ini berarti biasa bekerja keras, biasa mengabdi, biasa jujur, dan biasa menjalani apa yang layak dilakukan” tutur Prof. Ridwan Sanjaya .

Dalam SML 2017 ini, hadir sebagai narasumber di hari pertama adalah budayawan Mohamad Sobary yang memberi materi dengan tema “Menata Kembali Perubahan”. Sedang Rm Aloysius Budi Purnomo, Pr sebagai narasumber hari kedua akan mengupas tentang Lecturing dan Panduan Pendalaman Materi.

“Bagi saya, seorang pemimpin dengan sendirinya haruslah inspiratif, apabila tidak inspiratif berarti bukan pemimpin. Saya pernah menulis buku dengan judul “Menunggang Roda Perubahan”, dalam hal ini saya menekankan bahwa perubahan membuat kita bergerak menggelinding. Suatu perubahan bisa mengakibatkan bencana apabila berasal dari luar. Namun apabila perubahan datang dari dalam atau intern, dalam arti telah kita rencanakan dan didambakan, itupun terkadang masih mengagetkan. Misalnya saja reformasi, yang menjadi sesuatu yang didambakan dan diinginkan pun juga membawa kejutan. Akan tetapi, di satu sisi, reformasi juga menimbulkan kreativitas yang dahsyat walaupun kreativitas yang ada belum tentu memberikan solusi atas guncangan yang terjadi. Untuk memberikan respon terhadap perubahan, perlu adanya penekanan terhadap satu dimensi kecil yang disebut leadership” jelas Sobary. (Cal)

Kategori: ,