Rendah Hati dalam Prestasi Tinggi
Jumat, 8 September 2017 | 10:05 WIB

Sylvester Firdaus Restu Novento, atau biasa dipanggil Vido, merupakan lulusan terbaik dari program studi Perpajakan di Universitas Katolik Soegijapranata periode ini. Ia meraih IP Kumulatif 3.66 pada saat kelulusannya dan menjadi lulusan terbaik dengan predikat “dengan pujian”

Pria yang lahir di Belitang pada tanggal 1 Juli 1996 ini menjelaskan mengapa dirinya memilih Perpajakan sebagai program studinya. Pada awalnya, ia mengakui bahwa hal ini sebuah “kecelakaan yang indah”, saat di masa ia akan memasuki jenjang kuliah, keluarganya sedang dalam kondisi yang tidak baik dan ia merasa bahwa kuliah sampai jenjang sarjana sangatlah tidak mungkin. Pada saat itu, ada expo perguruan tinggi swasta seluruh Indonesia di sekolah tempat ia menempuh pendidikan yaitu SMA Xaverius 3, dan pada saat itu kebetulan ia tertarik untuk melihat stand Unika Soegijapranata dan tertarik ketika melihat ada program studi D3 Perpajakan di brosur Unika Soegijapranata, ia juga mengatakan, awalnya ia sempat ragu, tetapi setelah ia berbincang-bincang dengan salah satu orang yang menjaga stand Unika Soegijapranata, ia menjadi semakin mantap memilih jurusan itu. Vido mengatakan bahwa hal ini menjadi “kecelakaan yang indah” karena di Unika Soegijapranata, khususnya di program studi Perpajakan, ia dapat berkembang menjadi lebih baik dari segi intelektual maupun segi kepribadian.

Judul tugas akhir yang ia ajukan adalah “Perencanaan Pajak Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Rangka Pemanfaatan Kebijakan Perpajakan (Studi Kasus PT. ACD tahun 2015)”, ia mengajukan judul ini dengan dilatarbelakangi adanya kebijakan Tax Amnesty yang diselenggarakan pemerintah, ia tertarik untuk membahas tentang bagaimana respon wajib pajak terhadap kebijakan itu dan apa saja yang bisa dilakukan oleh wajib pajak untuk menghemat beban pajak mereka tanpa melanggar peraturan perundang-undangan.

Motto hidupnya adalah “Ite Inflammate Omnia”, ia mengatakan bahwa motto hidupnya ini ia kutip dari kalimat Gus Dur yaitu “Idfin Wujudaka Fi Ardil Khumuli” yang berarti pendamlah dirimu ke dalam bumi kekosongan, yang ia artikan dengan sederhana sebagai, senantiasalah rendah hati.(Ian)

Kategori: ,