Reksa Pastoral Kampus Unika oleh Romo Aloys. Budi Purnomo Pr
Senin, 25 September 2017 | 8:41 WIB

Tentunya kita masih ingat bahwa pada bulan Juni lalu telah terjadi pergantian Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata yang dirayakan dengan Misa Kudus di Kapel Ignatius Unika. Kepala Campus Ministry yang semula dipimpin oleh Romo Yohanes Gunawan Pr diserahterimakan tugas pelayanannya kepada Romo Aloysius Budi Purnomo Pr yang juga merupakan Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan di Keuskupan Agung Semarang (HAAK-KAS). Pengangkatan Rm Aloysisus Budi Purnomo Pr menjadi Kepala Campus Ministry Unika ini tertuang dalam Surat Keputusan Keuskupan Agung Semarang dengan Nomor 0406/B/IV/b-4/17 yang ditandatangani langsung oleh Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko Pr.

Ditemui di ruang pelayanannya tepatnya di Ruang Kepala Campus Ministry, Gedung Mikael lantai 4, Romo Budi, begitu sapaan akrabnya menceritakan secara singkat tentang tugas pelayanannya sebagai Kepala Campus Ministry Unika. Tugas pelayanannya tidak berbeda jauh dengan para romo yang berkarya di beberapa paroki, mulai dari menyellenggarakan Misa Kudus, menyelenggarakan sakramen tobat dan pengampunan , lalu juga Romo Budi berencana akan mengadakan misa harian pagi.

“Tugas sebagai Kepala Campus Ministry secara umum disebut sebagai reksa pastoral kampus Unika. Bekerjasama dengan tim rektorat, saya memberikan reksa pastoral kepada siapapun juga yang menjadi bagian  dari komunitas civitas akademika Unika Soegijapranata mulai dari karyawan, mahasiswa , dosen dan tenaga kependidikan . Secara sakramental itu menjadi tanggung jawab saya dalam lingkungan kampus. Dan tugas-tugas yang bersifat sakramental itu secara reksa pastoral menjadi yang utama dan pelayanan sakramental itu ada melalui ekaristi kudus tiap hari Jumat, dan jika nanti pastoral Unika sudah jadi, ada kemungkinan akan bekerjasama dengaan pengelola dormitory (asrama-red) Unika untuk menyelenggarakan misa harian pagi. Pelayanan sakramental di kampus Unika tidak hanya ekaristi kudus, ekaristi kudus memang menjadi sumber dan puncak hidup beriman, tetapi pelayanan sakramental di kampus juga dengan sakramen tobat dan pengampuan, siapapun yang membutuhkan sakramen tobat dan pengampunan ya saya siap melayani kapanpun jika tidak bertabrakan dengan jadwal mengajar dan jadwal misa” terang Romo Budi.

Harapan KAS Untuk Unika Kedepan Bersama Romo Budi

Romo Fx. Sukendar Wignyasumarta, Pr selaku Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang (Vikjen KAS) yang menjadi selebran utama dalam misa Serah Terima Tugas Pelayanan (Sertitupel) Kepala Campus Ministry Unika pada bulan Juni lalu, dalam homilinya Romo Sukendar menjelaskan mengapa Keuskupan Agung Semarang (KAS) memilih Romo Budi menjadi Kepala Campus Ministry Unika. Romo Sukendar menjelaskan bahwa Keuskupan Agung Semarang berharap kepada Romo Budi bisa mengupayakan Unika Soegijapranata untuk memberikan andil di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang plural karena mengingat Romo Budi merupakan Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan di Keuskupan Agung Semarang (HAAK-KAS) sejak 1 Mei 2008.

“Romo Budi akan menemani anda dan kita semua di Campus Ministry Unika dengan modal pengalaman-pengalaman beliau selama ini di Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (HAAK-KAS). Hal ini menjadi penting supaya anda dan kita semua mengupayakan kampus Unika ini hadir terlibat di tengah-tengah masyarakat dalam srawung dan budaya bersama masyarakat yang lain , kalau nama Unika kita sudah dikenal sebagai nama universitas katolik, kita ingin terlibat utk membuat keindonesiaan kita dalam Bhineka Tunggal Ika berdasar Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia” ucap Romo Sukendar.

Menanggapi harapan dari Keuskupan Agung Semarang (KAS) tersebut, Romo Budi menyatakan siap dan tidak keberatan karena tugasnya sebagai Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan di Keuskupan Agung Semarang (HAAK-KAS) dan tugasnya sebagai Kepala Campus Ministry Unika memiliki hubungan yang baik guna mengembangkan spirit dan visi Mgr Albertus Soegijpranata SJ.

“Tugas saya sebagai Ketua Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan di Keuskupan Agung Semarang (HAAK- KAS) tidak bertentangan dengan tugas saya sebagai Kepala Campus Ministry Unika. Kedua tugas saya ini justru memiliki hubungan baik untuk bagaimana caranya di Unika Soegijapranata spirit dan visi Mgr Soegijapranata yang 100% Katolik , 100% Indonesia semakin bisa dihadirkan. Civitas universitas memang merupakan tempat pengalaman-pengalaman akademik seperti studi, penelitian dan pengembangan bakat, tetapi jangan lupa dengan pengembangan bakat sebagai motto Unika untuk negara dan kemanusiaan” tegas Romo Budi yang juga merupakan pastor pembantu di Gereja Kritus Raja Paroki Ungaran sejak 1 November 2015.

Selanjutnya Romo Budi pun menguraikan beberapa programnya yang sudah terlaksana agar Unika semakin terlibat dalam masyarakat yang plural untuk membangun keIndonesiaan dalam Bhineka Tunggal Ika yang berdasar Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), diantaranya mengajak beberapa mahasiswa Unika untuk ikut menghadiri acara Serawung Anak Bangsa Lintas Iman, Suku dan Budaya di Jogjakarta pada Minggu (23/7/2017), lalu juga dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum memulai Misa Kudus setiap hari Jumat dan program Religion Time pada hari ke 3 (Kamis – 16/8/2017) pelaksanaan Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru (PTMB) 2017.

Program Religion Time yang telah terlaksana pada hari ke 3 pelaksanaan Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru (PTMB) menurut Romo Budi adalah dalam rangka berusaha memberikan pencerahan kepada para mahasiswa baru bahwa Unika Soegijapranata menghormati para mahasiswanya yang dari berasal dari berbagai agama.

“Salah satu tugas Campus Ministry Unika adalah membangun kebersaamaan dengan  kawan-kawan interreligius. Kita menggunakan momen religion time ini sebaik-baiknya, kita menghadirkan narasumber dari berbagai pemuka agama untuk memberi warna kepada para mahasiswa baru dalam rangka membekali mahasiswa dalam konsep keagamaan 100% Religius 100% Nasionalis Indonesia pada PTMB 2017 ini. Dan juga dalam rangka memberi pencerahan kepada mereka para mahasiswa baru meskipun mereka belajar di Universitas Katolik tetapi Unika Soegijapranata tetap menghormati keberagaman dan terbuka utk siapa saja. Jadi jangan takut untuk masuk kuliah di Unika Soegijapranata, bahkan realitasnya data mahasiswa baru 2017 justru mayoritas bukan mahasiswa katolik” ujar Romo yang pandai bermain Saxophone. (Holy)

Kategori: ,