Proses Tidak Mengkhianati Hasil
Jumat, 8 September 2017 | 9:59 WIB

Pada wisuda periode II tahun 2017 , Program Studi S1-S2 Fast Track Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unika memiliki wisudawati terbaik, dia adalah Calista Nadia Irawan. Gadis yang sehari sehari akrab disapa Nadia ini merupakan wisudawati terbaik Program Studi S1-S2 Fast Track Management Unika angkatan tahun 2014 yang mampu menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 2 tahun 9 bulan serta meraih IPK 3,87. Ia juga mampu membuktikan bahwa lulus dengan cepat serta meraih IPK yang memuaskan tetap bisa berorganisasi. Bagaimanakah ceritanya Nadia bisa lulus secepat itu , meraih prestasi yang memuaskan dan tetap bisa berorganisasi?.

Ketika ditemui di Gedung Justinus lantai 2 , wanita lulusan SMA Katolik Yos Sudarso Batam ini menceritakan beberapa hal mengenai Unika, salah satu yang ia ceritakan yaitu alasan mengapa dirinya memilih Unika sebagai tempat kuliahnya setelah lulus SMA. Menurutnya Unika merupakan kampus yang bagus untuk kuliah , bagus tidak hanya terlihat dari profil kompetensi mahasiswa tiap program studi tetapi juga dari toleransi beragamanya.

“Saya mengetahui Unika dari cerita mama saya, mama saya lulusan jurusan arsitektur Unika. Lalu saya juga mendengar Unika itu terkenal kampus yang bagus se-Jawa Tengah , bagus karena walaupun namanya Universitas Katolik tetapi termasuk kampus yang Universal (umum-red), semua orang dari berbagai ras dan agama bisa berbaur tanpa ada batas batas. Atas dasar itulah saya mantap masuk kuliah di Unika” ungkap wanita kelahiran Batam 10 April 1996.

Nadia Aktif dan Berprestasi.

Putri dari pasangan Irawan Sugiarto dan Meilany Widjaja ini selain menceritakan alasan dirinya memilih Unika sebagai tempat kuliah, ia juga menceritakan perjuangannya menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Perbedaan Orientasi Kewirausahaan Berdasarkan Gender Pada UMKM Bakery di Kota Semarang”. Perjuangan yang ia maksud adalah ketika proses dirinya mengalami hambatan / tantangan untuk menyelesaikan skripsi seperti mahasiswa pada umumnya.

Menurutnya Hambatan / tantangan tersebut bukanlah tantangan untuk menyesuaikan jadwal bimbingan dengan dosen pembimbing, melainkan tantangan ketika bagaimana ia berusaha mencari responden kuesioner pada 30 toko bakery di Semarang.

“Skripsi saya itu kan harus dapat 30 responden toko bakery di Kota Semarang, terus saya sudah keliling Semarang menyebar kuesioner ke lebih dari 50 toko bakery tapi ya hasilnya ya begitu itu. Ada banyak toko yang nyuruh aku untuk ninggal kuesioner tapi tokonya tidak menghubungi aku lagi, ada juga yang langsung menolak. Awalnya mendapat penolakan tersebut rasanya cari 30 responden itu sulit banget, itu kan perjuangan banget sudah keliling tapi ada yang menolak dan ada yang tidak jelas, ya walaupun pada akhirnya bisa juga sih dapat 30 responden” ungkap anak ke 1 dari 4 bersaudara ini.

Berkat kerja kerasnya keliling Kota Semarang mencari 30 responden toko bakery, dan mendapat banyak penolakan tersebut ia mengaku juga mendapatkan banyak pengalaman. Mulai dari pengalaman untuk berani tampil dan berbicara di hadapan orang banyak, pengalaman mengajukan kuesioner, pengalaman mempertahankan keyakinan dari dalam diri, hingga pengalaman untuk niat mengerjakan skripsi. Berkat kerja kerasnya itu pula Nadia mampu lulus dengan IPK 3,87 dan selesai kuliah dalam waktu yang terbilang cepat yaitu 2 tahun 9 bulan.

Meskipun ia mampu menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 9 bulan dan mendapatkan IPK 3,87 tidak lantas membuat Nadia lupa dengan kehidupan berorganisasi di kampus. Gadis yang hobi bernyanyi ini tercatat pernah mengikuti beberapa kegiatan kepanitian dan organisasi kemahasiswaan serta menduduki jabatan jabatan strategis, seperti antara lain :

Tahun 2015 menjadi panitia Glow Mention I sebagai seksi P3K dan Dekorasi.

Tahun 2016 menjadi panitia Glow Mention II sebagai seksi Acara.

Tahun 2017 menjadi panitia Glow Mention III sebagai Wakil Ketua Panitia.

Di Organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi Mangament (HMPSM) periode 2016-2017 menjabat sebagai Anggota Bidang Akademik bagian Hard Skill Development.

Seusai kelulusan S1-nya, Nadia berencana akan langsung melanjutkan studi S2-nya dan setelah selesai studi S2-nya, ia berencana berwirausaha demi memajukan perekonomian Indonesia. “Aku sih prinsipnya tidak mau terus-terusan kerja sama orang, ujung-ujungnya aku harus punya usaha sendiri karena usaha sendiri itu ada banyak maanfaatnya. Kesatu: memberi gaji kepada orang lain itu berarti mensejahterakan orang lain, kedua: profit/ keuntungannya lebih terasa daripada kerja sama orang, ketiga: anggap saja beramal lah, keempat: bisa memajukan perekonomian Indonesia karena sesuai harapan Presiden RI Bapak Joko Widodo bahwa diharapkan pada tahun 2020 ada sejuta entepreneur muda untuk memajukan perekonomian” tutup Nadia. (Holy)

Kategori: ,