Prof Ridwan Tekankan Melek Media
Sabtu, 2 September 2017 | 14:37 WIB
SERTIJAB : Uskup Agung Semarang, Robertus Rubiatmoko menandatangani surat keputusan pengangkatan Ridwan Sanjaya (kanan) sebagai Rektor Unika Soegijapranata, di Gedung Albertus, Kamis (31/8)

SERTIJAB : Uskup Agung Semarang, Robertus Rubiatmoko menandatangani surat keputusan pengangkatan Ridwan Sanjaya (kanan) sebagai Rektor Unika Soegijapranata, di Gedung Albertus, Kamis (31/8)

Mempertahankan capaian yang telah dibangun oleh pendahulunya, menjadi tantangan berat bagi Rektor Universitas Katholik (Unika) Soegijapranata yang baru, Prof Frederick Ridwan Sanjaya. Menurutnya, terobosan di berbagai bidang yang dilakukan oleh seniornya, Prof Y Budi Widianarko tidak bisa dipandang sebelah mata.

Hal tersebut disampaikan Prof Ridwan dalam acara Dies Natalis Unika Soegijapranata ke-35 dan Serah Terima Jabatan Rektor di lantai 3 Gedung Albertus, Kamis (31/8) kemarin. Dalam kesempatan itu, Prof Ridwan dilantik sebagai rektor pengganti Prof Y Budi Widianarko yang memimpin Unika selama dua periode sejak tahun 2009.

Ridwan mengatakan, apa yang akan dikerjakannya menjadi berat karena harus mempertahankan dan membuat Unika Soegijapranata lebih baik lagi. Padahal telah mengalami peningkatan sampai 6 kali lipat atau 600 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Unika bahkan masuk ke kelompok elite perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Bahkan, kami kerap mendapatkan kepercayaan dari asosiasi perguruan tinggi di Indonesia untuk menggelar beberapa event dengan skala nasional maupun internasional,” jelasnya dalam konferensi pers sebelum prosesi serah terima jabatan.

Kendati begitu, kata Prof Ridwan, yang perlu ditekankan saat ini adalah harus melek akan perkembangan media-media baru yang terus bermunculan. Artinya, universitas jangan sampai ketinggalan dengan kemajuan media sebagai teknologi pendukung pembelajaran. Namun jangan sampai melupakan hakikat universitas sebagai tempat belajar.

“Hakikat universitas adalah rumah belajar itu penting, jangan sampai hanya terpana pada piranti canggih lalu melupakan hakikatnya. Jadi dosen dan mahasiswa juga harus diliputi kesukacitan untuk belajar, harus sama-sama antusias,” bebernya.

Pada kesempatan itu, Prof Budi menyampaikan bahwa ibarat perahu, Unika Soegijapranata sudah berlayar meninggalkan pantai. Bersama Rektor yang baru, semoga perahu ini bergerak ke tempat yang dalam untuk berbuah lebih baik. Ia mengatakan bahwa Prof Ridwan adalah sosok yang tepat untuk memimpin Unika Soegijapranata empat tahun ke depan. “Prof Ridwan adalah sosok pengganti yang sesuai dengan perkembangan zaman. Beliau seorang ahli IT, yang bisa mengantisipasi segala tantangan dengan menyediakan multi platform,” tandasnya.

Dalam acara Sertijab Rektor Unika Soegijapranata, dihadiri sejumlah tokoh di antaranya Menteri ESDM Ignatius Jonan, Uskup Agung Semarang Mgr Dr Robertus Rubiyatmoko, Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko dan para tamu undangan.

(►https://radarsemarang.com)

Kategori: