Prof Ridwan Sanjaya Pimpin Unika
Selasa, 5 September 2017 | 12:22 WIB

WWS 2_9_2017 Prof Ridwan Sanjaya Pimpin Unika

Prof Dr F Ridwan Sanjaya resmi memimpin Universitas Katholik (Unika) Soegijapranata untuk periode 2017-2021. Mantan Wakil Rektor IV bidang Kerja Sama dan Pengembangan tersebut, meneruskan tongkat estafet kepemirnpinan dari Prof Dr Y Budi Widianarko, yang sudah menjabat rektor selama dua periode.

Pelaksanaan Serah terima jabatan (Sertijab) Rektor sekaligus peringatan Dies Natalis ke-35 Unika Soegijapranata tersebut dilaksanakan di Auditorium lantai 3 Gedung Albertus Kampus Bendan Dhuwur Kamis (31 /8). Turut hadir Menteri ESDM yang juga sebagai Dewan Penyantun Unika Ignasius Jonan, Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, Pembina Yayasan Sandjojo sekaligus Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko, para dosen, tenaga kependidikan dan tamu undangan lainnya.

Prof Budi berharap Unika dibawah nahkoda yang baru bisa membawa perguruan tinggi tersebut untuk terus berkembang. Unika ini saya ibaratkan sebuah kapal, selama kepemimpinan saya, kapal ini sudah berlayar tapi masih dekat pelabuhan dan pantai. Harapannya, kapal ini bisa berlayar hingga mencapai tujuan. Terlebih di tengah gempuran teknologi. Saat ini kita sedang mencari bentuk yang pas buat universitas, jangan sampai punah gara-gara teknologi," terangnya.

Dirinya mengaku cukup tenang, sebab selama empat tahun ke depan, Unika akan dipimpin oleh ahli IT. "Rasanya sayang, jika penerus saya tidak berwawasan teknologi informasi, ada rasa kekhawatiran akan kehilangan momen sebab saat ini semua perubahan sarat dengan teknologi. Untuk itu, saya bersyukur karena harapan saya terwujud. Itu alasannya saya juga dulu merekrut Prof Ridwan menjadi WR I kemudian WR IV," tandasnya.

Sementara, Prof Ridwan memaparkan, dalam empat tahun ke depan, Unika Soegijapranata akan bertransformasi diri menjadi cyber university. Tidak hanya hadir dengan perkuliahan secare fisik tatap muka, namun mengembangkan teknologi IT dalam mempermudah proses belajar mengajar.

"Unika akan mengarah pada cyber university, yaitu suatu keniscayaan dimana orang-orang yang akan belajar tidak terikat lagi pada tempat, tetapi bagaimana mentransformasi ilmu kemudian pengalaman dan disiplin dalam bentuk yang berbeda,"terangnya.

“Cyber University sebagai entitas baru, berdampingan dengan kampus yang ada sekarang ini. Harapannya, dengan program tersebut dalam mempermudah proses pembelajaran bagi mahasiswa. Misalnya, bagi para pekerja yang ingin melanjutkan studi namun terbatas waktu dan ruang, atau mereka yang tinggal di daerah pelosok sehingga secara fisik sulit untuk hadir.

(►Wawasan 2 September 2017)

Kategori: