Neuropsikologi untuk Ketergantungan Obat
Selasa, 26 September 2017 | 7:56 WIB

Tidak dapat dipungkiri jika terdapat banyak kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang, khususnya di Indonesia. Dikutip dari Kompas.com, menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta, berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) jumlah pengguna narkoba di Indonesia bisa mencapai lima juta orang. Sedangkan berdasarkan beritajateng.net, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwa di Jawa Tengah selalu terjadi peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba yang menyebabkan kematian. Pada tahun 2016, kasus penyalahgunaan narkoba per hari terjadi antara 40 sampai 50 persen, sedangkan tahun 2017 kasus penyalahgunaan narkoba per hari meningkat menjadi 57 kasus per hari. Hal ini cukup memprihatinkan ketika negara Indonesia sedang butuh generasi produktif untuk membangun bangsa ini.

Berangkat dari keprihatinan ini, Center for Addiction Studies (CAS) mengadakan seminar “Neuropsychology for Drug Dependency” dengan Prof. Maritje Jongsma dari University of Radboud, Nijmenegen, Belanda. Seminar ini diadakan pada Rabu (20/9) pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB di ruang auditorium gedung Albertus Unika Soegijapranata Semarang. Acara seminar ini diadakan untuk memperkenalkan CAS yang masih terbilang baru, dimana CAS menfokuskan perhatian terhadap penelitian dan pencegahan ketergantungan obat. Selain itu, seminar ini diadakan untuk mencoba mengajak peserta seminar melihat permasalahan narkoba dari sisi Neuropsikologi.

“Narkoba kan tidak selalu hanya dapat dilihat dari sisi Psikologi, tetapi juga ada sisi medisnya. Pembicaranya yaitu Prof. Maritje Jongsma kebetulan merupakan dosen pengajar di program Magister Psikologi Profesi dan beliau memang ahli dalam bidang Neuropsikologi. Seminar ini awalnya direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Juli lalu, tetapi karena Prof. Maritje sedang berhalangan, maka seminar ini kami adakan pada bulan September ini,” ujar Prima selaku ketua acara seminar “Neuropsychology for Drug Dependency”.

Antusiasme terhadap seminar ini cukup besar. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa, tetapi juga ada beberapa anggota BNN Provinsi Jawa Tengah, ada yang datang dari Rumah Sakit Umum, Rumah Sakit Jiwa, dan pekerja sosial. Seminar ini terbagi menjadi dua sesi, dimana pada sesi pertama Prof. Maritje menjelaskan tentang neuropsikologi. Selanjutnya ada dinamika peserta seminar yang terbagi dalam kelompok-kelompok kecil yang akan membahas tentang sebuah studi kasus dan cara pemulihannya. Sesi kedua dari seminar ini mengajak para peserta seminar untuk melihat ketergantungan obat dari sisi Neuropsikologi.

“Isi seminarnya tentang ketergantungan obat yang dilihat dari sisi otak, yaitu neuropsikologi, tentang seberapa besar pengaruh ketergantungan obat terhadap otak manusia dan apa saja penanganan yang dapat dilakukan. Aku memang tertarik dengan topik ketergantungan obat ini sejak dulu dan sudah pernah mencoba menjadi satgas BNN sewaktu SMA. Minat ku untuk mempelajari topik ini masih terus berlanjut sampai ke kuliah dan karena itu aku memilih untuk ikut seminar ini. Kesan ku, seminar ini luar biasa, karena pembicaranya juga adalah orang yang benar-benar peduli dan  menyampaikan materi secara detail sampai membuat translator nya mengalami sedikit kesulitan dalam menterjemahkan,” ujar Kavanugraha Adan, salah seorang peserta seminar “Neuropsychology for Drug Dependency”. (SF)

Kategori: ,