Kurangi Kesenjangan Desa-Kota
Rabu, 13 September 2017 | 17:30 WIB

TRB 13_9_2017 Kurangi Kesenjangan Desa - Kota
SEKDA Jateng Sri Puryono menyebut, bahwa kondisi infrastruktur jalan provinsi di Jateng saat ini 88,88 persen dalam kondisi balk. Sisanya, akan terus dikejar sampai tahun 2018.

Menurut Puryono, kondisi ini mengubah paradigma masyarakat bahwa dahulu dikatakan, jika perjalanan dari Jawa Barat ke arah timur menemukan jalan bergelombang dan berlubang, berarti sudah masuk wilayah Jawa Tengah, saat ini kondisinya sudah berbalik.

"Dua tahun lalu kondisi jalan di Jateng selalu dicemooh. Saat ini, jalan yang sudah baik itu kami beri plang bahwa itu jalan provinsi," kata Puryono saat hadir sebagai narasumber dalam Forum Jateng.

Kondisi infrastruktur jalan yang kian membaik, maka menurut Sekda, para calon gubernur dan politikus yang ingin terlibat dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018, sebaiknya tidak menjadikan infrastruktur jalan sebagai komoditas politik.

"Kalau kampanye, jalan ingin baik, Iha wong jalan sudah baik. Kalau kampanye sebaiknya yang lain saja," kelakarnya.

Pengamat ekonomi yang juga Dosen Unika, Andreas Lako mengatakan, di Jateng bukan hanya ada jalan provinsi, tapi juga ada jalan nasional, maupun jalan kabupaten dan kota, serta jalan desa. Kenyataannya, masih ada jalan di pedalaman Jateng yakni jalan antardesa yang masih sangat buruk.

"Bahkan dilewati mobil saja tidak bisa," ujarnya yang hadir menjadi narasumber.

Maka, ia berharap, ke depan kesenjangan antar wilayah kota dengan desa, desa dengan desa lainnya perlu diminimalisasi. "Kuncinya adalah anggaran infrastruktur," tandasnya.

(â–ºTribun Jateng 13 September 2017)

Kategori: