Kecintaannya Dalam Dunia Menulis Menjadi Pijakan Karirnya
Kamis, 28 September 2017 | 8:40 WIB

Kebiasaannya menulis buku harian sejak kecil menjadi salah satu sebab mengapa ia mulai menekuni Program Ilmu Komunikasi. Ya, Andreas Ryan Sanjaya, dosen baru di Program Ilmu Komunikasi Unika Soegijapranata ini tertarik pada dunia Ilmu Komunikasi lebih tepatnya ke bidang jurnalistik dikarenakan kebiasaannya menulis buku harian.

Hingga menginjak masa SMA di SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan, Ryan masih tekun menulis buku harian. Pada saat tahun 2009, lulus dari bangku SMA, Ryan masih belum menentukan pilihannya hingga ia mencoba mendaftar di beberapa bidang ilmu antara lain : Universitas Gajahmada Fakultas Psikologi dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Program Studi Ilmu Komunikasi.

Muncul cerita menarik saat pendaftaran Universitas Atmajaya Yogyakarta, saat itu Ryan yang berasal dari jurusan IPS melihat program-program yang sesuai dengan jurusannya yaitu Ekonomi, Hukum, dan Ilmu Komunikasi. Ryan mengaku bahwa ia kurang menyukai bidang ekonomi dan juga hukum sehingga ia lebih memilih Program Studi Ilmu Komunikasi. Seiring berjalannya waktu, Ryan makin menyadari bahwa jurusan Ilmu Komunikasi merupakan pilihan yang tepat karena kecintaannya dalam dunia menulis walaupun konteksnya masih terbatas pada buku harian. Semasa mengenyam bangku kuliah, Ryan lebih memilih mengambil konsentrasi jurnalisme dan kajian media. Adapun selain jurnalisme dan kajian media, terdapat 2 bidang konsentrasi lainnya dalam Ilmu Komunikasi antara lain : advertising dan  public relation.

Sejak memilih konsentrasi ilmu tersebut, banyak tugas-tugas yang menjurus pada bagaimana cara menulis berita dan menuntut untuk banyak membaca teori-teori sosial serta teori-teori filsafat. Tidak sulit bagi Ryan untuk mengerjakan berbagai tugas tersebut karena membaca buku-buku filsafat dan novel sejarah seperti misalnya novel berjudul Buku Harian Soe Hok Gie memang telah menjadi hobinya semasa SMA. Dari kebiasaannya itu, Ryan merasa banyak mendapat ilmu mengenai politik  yang ternyata memiliki hubungan yang erat dengan kajian media di Indonesia.

Menurut Ryan, bagaimana jurnalisme suatu negara itu tergantung dari bagaimana sistem politik yang berlaku dalam sebuah Negara tersebut.

“Saya sendiri tidak begitu menyukai dunia hukum akan tetapi di sisi lain, saya mengakui bahwa saya cukup tertarik dengan dunia politik karena bagi saya antara dunia politik dan hukum memang sesuatu yang bersinggungan tetapi tidak sama. Berdasarkan apa yang saya pelajari, saya lebih menyepakati bahwa hukum merupakan produk dari politik” jelas Ryan.

Bergabung dengan Kompas dan Bisnis Indonesia

Terkait dengan bidang Ilmu Komunikasi yang didalami Ryan beserta medianya, Ryan pun mengungkapkan bahwa  masa kuliah banyak memberinya pengalaman dan tentunya pelajaran yang sangat berarti. Semasa kuliah di Atmajaya Yogyakarta misalnya, Ryan bergabung bersama Majalah Teras Pers (Tabloid Fakultas Ilmu Komunikasi Atmajaya Yogyakarta-red) dan dari sinilah pengalaman Ryan menjajaki dunia jurnalistik dimulai. Semasa Ryan bekerja bersama tim Majalah Teras Pers, perlu diketahui bahwa Tim Teras Pers juga mengisi salah satu rubrik Koran Joglosemar di Yogyakarta.

Setelah mengenyam jam kerja yang cukup lama sebagai wartawan, Ryan mulai menyadari jurnalistik yang ia cari bukan sebagai wartawan melainkan sebagai peneliti. Hal inilah yang mendorong Ryan mendaftar sebagai peneliti di Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas. Bahan penelitian dari litbang Kompas sendiri antara lain berita, media, dan berbagai isu-isu lain secara umum. Salah satu proyek yang ditangani oleh Ryan adalah Quick Count Pilkada DKI Jakarta tahun 2014.

Meskipun begitu, selepas lulus dari sarjana, Ryan masih memiliki keinginan untuk mencoba peruntungan menjadi wartawan dengan mendaftar di Harian Bisnis Indonesia dan diterima. Selepas diterima menjadi wartawan Bisnis Indonesia, Ryan mengungkapkan pengalaman menariknya menjadi wartawan Harian Bisnis Indonesia yang notabene aalah media bisnis ternama. Ia pun mengungkapkan 1 minggu setelah diterima, Ryan diminta untuk membaca Harian Bisnis Indonesia beberapa edisi sebelumnya setiap harinya agar mengetahui isu-isu bisnis terkini dan secara pelan-pelan seorang wartawan Bisnis Indonesia juga diperkenalkan mengenai bagaimana cara membaca laporan keuangan dan istilah-istilah saham. Ryan pun hanya bekerja beberapa bulan sebagai wartawan.

Selepas bekerja di Harian Bisnis Indonesia, Ryan kembali mengenyam pendidikan di Magister Ilmu Komunikasi Universitas Gajahmada Yogyakarta dengan mengambil penjurusan di bidang Ilmu Komunikasi dan Media dan selepas lulus dari pendidikan magisternya, Ryan diterima bekerja sebagai dosen di Unika Soegijapranata sekaligus sebagai pengurus Kompas Corner yang akan hadir di Unika Soegijapranata. (Cal)

Kategori: ,