KBM FTP Unika
Jumat, 15 September 2017 | 9:49 WIB

Untuk semakin meningkatkan keakraban dalam satu angkatan di antara mahasiswa baru Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) selepas acara Penerimaan Terpadu Mahasiswa Baru, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian mengadakan kegiatan Kemah Bakti Mahasiswa (KBM) yang diadakan dari Kamis (7/9) hingga hari Minggu (10/9) bertempat di Bumi Perkemahan Perusahaan Air Minum Java, Banyubiru, Ambarawa.

Sejak Kamis siang, para peserta Kemah Bakti Mahasiswa yang terdiri dari 157 mahasiswa baru FTP berangkat menuju lokasi Bumi Perkemahan Perusahaan Air Minum Java, Banyubiru, Ambarawa. Namun sebelumnya, para peserta diberikan pengarahan oleh panitia di Selasar Gedung Thomas Aquinas. Sesampai di Bumi Perkemahan, para peserta diminta mendirikan tenda bersama kelompok tenda masing-masing dan bagi para peserta yang sakit diberikan pita berwarna hijau yang berfungsi sebagai tanda. Setelah proses pendirian tenda, para peserta diminta untuk mempersiapkan makanan. Dalam kegiatan perkemahan ini, bahan makanan disediakan dan dimasak oleh para peserta kemah sendiri untuk melatih kemandirian para peserta.

Outbound

Tidak hanya itu, para peserta juga dilatih mengenai pentingnya kerjasama dalam kegiatan outbound yang diikuti. Agar semakin keluar dari zona nyaman, para peserta akan terbagi dalam kelompok outbound yang tentunya berbeda dengan kelompok tenda. Dalam kegiatan outbound yang diikuti, para peserta berjalan sesuai jalur pendakian yang melewati 3 Desa di Daerah Banyubiru yaitu Desa Rowo Boni, Desa Kebumen, Desa Kalibeji. Dalam kegiatan outbound, para peserta diajak untuk memahami beberapa nilai penting selama berkuliah di FTP yang tersirat dalam beberapa permainan yang diikuti antara lain : Game Basah-Basahan.

“Dalam game basah-basahan ini, kami sebagai panitia ingin mengenalkan pentingnya nilai rela berkorban. Nilai ini bisa diperoleh dari seberapa ikhlas anggota kelompok yang telah merebahkan tubuhnya di tanah tertumpahi air oleh temannya. Di sisi lain, kami juga hendak menanamkan pentingnya  nilai sebuah kepercayaan, dalam hal ini nilai kepercayaan diperoleh dari seberapa besar kepercayaan teman-teman dalam satu kelompok memberikan kepercayaan pada wakil kelompok yang membawa air” tegas Christopher Hendra yang bertindak sebagai Badan Pengawas Kemah Bakti Mahasiswa.

Adapula game lainnya, yang disebut Human Spider, para peserta diminta melewati jaring-jaring berlubang yang terangkai diantara kedua batang pohon baik dengan cara diangkat bersama-sama oleh seluruh anggota dalam suatu kelompok.

“Dalam permainan ini, para peserta diajak untuk memiliki kepedulian dan persaudaraan dalam satu kelompok. Dalam permainan ini, tentunya yang mengangkat tubuh tiap anggota kelompok tidak semuanya perempuan ada pula yang pria. Dalam permainan ini, para peserta perempuan khususnya diajak untuk menaruh kepercayaan terhadap seluruh anggota kelompok terutama bagi anggota kelompok pria untuk mengangkat tubuhnya”jelas Christopher.

Tidak hanya diperkenalkan tentang nilai-nilai persaudaraan dan kepedulian, tiap kelompok juga diberikan kesempatan untuk unjuk kebolehan dalam bidang memasak dalam acara TP Chef. Akan tetapi, tiap kelompok diminta untuk memperebutkan bahan makanan yang disediakan panitia dalam permainan Hunger Games. Dalam permainan tersebut, tiap kelompok wajib melindungi anggota kelompok mereka masing-masing yang membawa lilin. Sedangkan si pembawa lilin harus menuju ke titik tertentu guna memecahkan balon berisi soal. Apabila soal terjawab dengan benar, maka kelompok berhak mendapatkan bahan makanan.

Bakti Sosial

Tidak hanya diperkenalkan dengan nilai-nilai yang perlu dikembangkan selama berkuliah di FTP, para peserta juga tidak lupa diperkenalkan mengenai lingkungan sekitar mereka dengan mengadakan bakti sosial ke 3 desa. Pada ketiga desa tersebut, para peserta telah disambut dengan aktivitas masing-masing antara lain di Desa Kalibeji, para peserta membantu warga untuk membersihkan jalan desa dan mengajar di sekolah. Sedangkan di Desa Kebumen dan di Desa Rowo Buni, para peserta membantu warga membersihkan sungai. Di samping melakukan kegiatan bersih-bersih desa, para peserta juga membagikan buku anak-anak di tiap desa.

Selanjutnya, di acara puncak para peserta juga diberikan kesempatan untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka dalam dunia hiburan dalam ajang Social event dimana para peserta dapat menampilkan berbagai pertunjukkan yang terdiri dari 4 pilihan kategori dan bersifat undian bagi  masing-masing kelompok. Adapun keempat kategori tersebut adalah Fashion Show, Percussion, Dance, Menyanyi. Di akhir acara, para peserta diminta untuk menuliskan harapan mereka untuk angkatan dan juga untuk FTP. Selanjutnya harapan para peserta dibakar di api unggun atau diterbangkan dengan lampion ke udara.

“Saya sebagai perwakilan angkatan 2017 mengucapkan terima kasih kepada kakak-kakak panitia. Di acara KBM ini, saya sangat senang dengan acara yang dipersiapkan dan saya merasa acara ini sangat berbeda dengan kegiatan kemah-kemah sewaktu SMA karena menurut saya, acara ini bisa menyatukan kami semua” tutur Sandy sebagai Peserta Kemah Bakti Mahasiswa. (Cal)

Kategori: ,