Estafet Kepemimpinan Unika Soegijapranata
Kamis, 7 September 2017 | 13:24 WIB

SM 6_9_2017 Estafet Kepemimpinan Unika SoegijapranataMembangun Cyber University
MENUTUP serangkaian acara Dies Natalis Ke-35 Unika Soegijapranata, digelar Orasi Dies Natalis, Kamis (31/8). Acara orasi dies natalis itu menjadi sangat spesial karena dibarengi dengan serah terima jabatan (sertijab) Rektor Unika dari Prof Dr Y Budi Widianarko M Sc kepada Prof Dr F Ridwan Sanjaya SE SKom MS1EC, di Aditorium lantai III Gedung Albertus.

Hadir dalam sertijab tersebut, diantaranya yaitu Pembina Yayasan Sandjojo sekaligus Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubyatmoko Pr beserta pengurus Yayasan Sandjojo, Menteri ESDM yang juga sebagai Dewan Penyantun Unika, Ignasius Jonan, Kapolda Jateng yang diwakili Wakapolda Jateng, Panglima Kodam (Pangdam) IV/ Diponegoro, para dosen, tenaga kependidikan, dan tamu undangan.

Prof Budi Widianarko dalam sambutannya, berharap Unika di bawah pimpinan Prof Ridwan Sanjaya bisa mencapai tujuan utama Unika di tengah gempuran kemajuan teknologi dan juga berharap Unika berkembang seiring kemajuan teknologi dewasa ini.

"Saya ibaratnya hanya bisa menyiapkan kapal yang siap berlayar tapi masih dekat pantai, dan harapannya kapal itu nanti berlayar mencapai tujuan di tengah gempuran teknologi. Saat ini kita sedang mencari bentuk yang pas buat universitas, jangan sampai seperti dinosaurus, punah gara-gara teknologi, melainkan harus tetap terus bertahan seperti manusia," ucap Prof Budi.

Ia juga mengungkapkan perasaan senangnya karena rektor , yang baru merupakan seorang ahli dalam bidang sistem infonnasi khususnya internet. la merasa `eman-eman’ jika penerusnya tidak berwawasan teknologi internet karena dikhawatirkan akan kehilangan momen karena saat ini semua perubahan sarat dengan teknologi.

"Saya merasa senang penerus saya adalah ahli di bidang sistem informasi khususnya internet karena kita sedang menghadapi perubahannya di situ. Apa yang saya kerjakan selama delapan tahun itu sederhana, yaitu pertama kepercayaan diri sebagai perguruan tinggi swasta yang lebih memiliki kepercayaan diri. Kedua, adanya pencapaian-pencapaian akademik sehingga ada pertumbuhan, namun dari faktor eksternal bersamaan dengan itu juga ada perubahan yang sarat teknologi, sehingga kalau yang memimpin bukan orang yang berwawasan teknologi internet maka akan eman-eman dan kehilangan momen. Itu alasannya saya juga dulu merekrut Prof Ridwan menjadi wakil saya. Pada intinya saya sangat bersyukur melakukan suatu proses itu dengan agak utuh,"jelas Prof Budi.

Unika Kedepan
Sementara itu seusai penandatanganan surat keputusan serah terima jabatan rektor, Prof Ridwan, yang sebelumnya menjabat Wakil Rektor IV bidang Kerjasama dan Pengembangan itu, mengungkapkan dengan terpilihnya beliau menjadi rektor merupakan tantangan tersendiri untuk mencapai tujuan utama Unika.

"Menyadari mulai 1 September 2017 sudah terjadi pergantian pemimpin di Unika, justru membuat saya gelisah. Bagaimana tidak gelisah karena Prof Budi telah membawa perubahan tidak hanya perubahan insfrastruktur tetapi juga dalam hal pengelolaan kualitas perguruan tinggi. Sudah terjadi peningkatan kesejahteraan dan kekuatan team work, kapal sudah berlayar sampai di tengah lautan, ini menjadi beban dan tantangan untuk saya untuk melanjutkan kapal sampai ke daratan," ujar Prof Ridwan.

Meskipun ia merasa hal itu merupakan tantangan, namun ia juga akan membawa Unika untuk membangun Cyber University. Yaitu suatu keniscayaan dimana orang-orang yang akan belajar tidak terikat lagi pada tempat, tetapi bagaimana mentransformasi ilmu kemudian pengalaman dan disiplin dalam bentuk yang berbeda.

"Cyber University sebagai entitas baru. Artinya ada Unika yang sekarang ini, juga ada universitas cyber. Harapannya pesertanya adalah mereka-mereka yang mau continuing education. Contoh bagi mereka yang sudah bekerja namun ingin melanjutkan studi atau kawan-kawan yang di pelosok yang secara fisik sulit untuk hadir".

(►Suara Merdeka, 6 September 2017, Wawasan 6 September 2017)

Kategori: