Catatan Ringan Dari Pulau Letung
Jumat, 15 September 2017 | 8:35 WIB

Oleh: Djoko Setijowarno

Penulis adalah pemerhati dan peneliti transportasi publik dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)

-Keberadaan Bandara Letung (Pulau Jemaja) di Kab. Kepulauan Anambas yg hampir selesai dibangun, membikin wilayah perbatasan mendpt perhatian pemerintah.

Bandara ini nantinya bukan hanya dapat meningkatkan perekonomian wilayah perbatasan, tapi juga berfungsi sebagai basis pertahanan dan keamanan negara.

Bandara ini disukai pelancong mancanegara, karena posisinya dekat ‘Pulau Bawah’ yang cukup dikenal keindahan alamnya.

Ini patut diperhitungkan karena asa potensi besar di sektor wisata yang mampu mengangkat perekononian masyarakat setempat.

Bandara dengan ukuran landas pacu 1.200 x 30 meter, landas hubung 125 x 15 meter dan landas parkir untuk tiga pesawat 125 x 70 meter. Pada 22 November 2016 bandara ini telah dilakukan terbang perdana. Sekarang telah ada penerbangan komersial yaitu Susi Air dengan tarif subsidi Rp 350 ribu Tanjungpinang (Pulau Bintan) – Letung (Kab. Anambas). Ada juga penerbangan sewa bagi turis yang berkunjung ke Pulau Bawah.

Menuju pusat pemerintahan (Kota Tarempa di Pulau Siantan), memerlukan layanan konektivitas transportasi yang berkelanjutan. Jalur darat dan air masih harus disiapkan dengan benar. Kapal penyeberangan diupayakan maksimal “satu jam perjalanan”. Jarak Pulau Jemaja dan Pulau Siantan 45 mil.

Menjadi kerja cerdas bagi Pemda setempat untuk lebih mengenalkan Kepulauan Anambas ke mancanegara.

Kelak, jika sudah selesai dibangun akhir tahun ini, dapt dilakukan skenario rute penerbangan Batam-Anambas-Natuna atau Tanjungpinang-Anambas-Natuna. Pesawat yg digunakan bisa jenis ATR kapastas 70 seat.

http://www.bisnisnews.id

Kategori: