Belajar Hukum Kesehatan di Negeri Paman Ho
Selasa, 5 September 2017 | 12:51 WIB

SM 2_9_2017 Belajar Hukum kesehatan di Negeri Paman Ho
HANOI-Sebanyak 34 mahasiswa program Magister Hukum Kesehatan Unika Soegijapranata kuliah kerja lapangan (KKL) ke beberapa lembaga di Vietnam pada 20 Agustus hingga 25 Agustus. Didampingi Dr Lindayani, Dr Endang Wahyati, dan Drs Hennawan Pancasiwi, mereka mencari aneka pelajaran yang berkaitan dengan hukum kesehatan yang berlaku di Negeri Paman Ho.

"Pelajaran apa pun di Hanoi muncul karena ada campur tangan Pak Suryana Sastradiredja, Concelor Minester KBRI Vietnam yang sulit menerima tamu asing akhimya bersedia menerima kami," kata Endang Wahyati, Sekretaris Prodi Hukum Kesehatan.

"Nama Indonesia cukup berwibawa di mata mereka karena ada persahabatan indah antara Sukarno dan Ho Chi Min," jelas Prof Dr Agnes Widanti, Ketua Prodi.

Di Vietnam, mereka mengunjungi School of Law of Vietnam National University (VNU-LS), Hanoi Medical University, Viet Duc University Hospital, dan Vinmec International Hospital. Menurut Dr Phan Thi Thanh Thuy dari VNU, Program studi Ilmu Hukum di Vietnam berporos pada paham sosialis dan sistem monopartai, yaitu Partai Komunis. Ada penyentralan, termasuk dalam bidang hukum kesehatan. Di VNU-LS hukum kesehatan merupakan bagian dari hukum ketenagakerjaan dan asuransi. Negara memberikan jaminan kesehatan kepada sekitar 80 persen rakyat. Sisanya merupakan anggota masyarakat yang mampu untuk mendanai diri sendiri dalam masalah kesehatan.

"Vietnam bersemangat melakukan reformasi. Pemerintah menciptakan kompetisi dalam segala hal di tengah masyarakat sehinga prinsip sama rata-sama rasa telah ditinggalkan dan kesenjangan sosial-ekonomi pun merebak di mana-mana," ujar Hennawan Pancasiwi setelah mengamati beberapa hari negeri itu.

Penyelenggaraan Rumah Sakit
Bagaimana cara Vietnam mengelola rumah sakit dan apa pun yang berkit dengan hukum kesehatan? Hanoi Medical University dan Viet Duc University Hospital adalah dua rumah sakit pendidikan yang ada di ibu kota negara Vietnam tersebut. Keduanya telah berusia lebih dari seratus tahun dan telah berpengalaman dalam pendidikan maupun penyelenggaraan rumah sakit. Sebagai rumah sakit pendidikan, kedua lembaga tersebut berada dalam kontrol dua kementerian, yaitu Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan.

Sistem pendidikan medis di Vietnam mirip dengan yang ada di Indonesia, khususnya dalam sistem residensi setelah menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran. Pendidikan spesialis di Vietnam berlangsung rata-rata lebih pendek daripada di Indonesia.

Vietnam menerima mahasiswa asing, terutamanya S-2. "Mahasiswa harus bisa berbahasa Vietnam karena pelajarannya menggunakan Bahasa Vietnam," kata Lindayani.

Senada dengan di VNU-LS, kedua rumah sakit pendidikan fokus bekerja sebaik-baiknya dan patuh pada semua peraturan, termasuk dalam bidang kesehatan yang dibuat oleh negara. Memang dimungkinkan ada peraturan-peraturan khusus di bawah undang-undang, misalnya Keputusan Menteri dalam bidang kesehatan, tetapi yang menjadi acuan pokok adalah undang-undang yang ideologis dan dikontrol ketat oleh negara.

(â–ºSuara Merdeka 2 September 2017)

Kategori: