Unika Lakukan Tes Urine kepada Calon Mahasiswa
Jumat, 18 Agustus 2017 | 10:51 WIB
SM 18_8_2017 Unika Lakukan Tes Urine kepada Calon Mahasiswa

JAKET ALMAMATER: Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr Y Budi Widianarko memakaikan jas almamater kepada mahasiswa baru saat upacara penutupan PTMB.

Klaim sebagai kampus yang bebas narkoba semakin ingin diteguhkan oleh Unika Soegijapranata dengan menggelar tes urine, sebelum mahasiswa baru resmi diterima sebagai bagian perguruan tinggi berakreditasi A tersebut. Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr Y Budi Widianarko menyatakan, biasanya universitas secara berkala melakukan tes kepada mahasiswa dengan acak.

“Dengan cara-cara sebelumnya kadang tidak terjaring jika ada mahasiswa yang terindikasi narkoba, terlebih jika tanggalnya sudah bocor. Mulai tahun ini sejak awal kami melakukan tes Narkoba kepada calon mahasiswa baru karena masalah satu ini sangat serius,” kata Prof Budi sela-sela upacara penutupan Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru (PTMB) di Kampus Unika Soegijapranata, belum lama ini.

Dari tes yang dilakukan sebelum calon mahasiswa diterima resmi oleh Unika Soegijapranata, terdapat beberapa calon mahasiswa yang tersaring. Beberapa orang calon mahasiswa tersebut kemudian dilakukan screening, wawancara mengenai kemungkinan-kemungkinan pemulihannya dan yang ada peluang akan didampingi serta diberi waktu enam bulan harus bersih.

“Kami berpandangan bahwa orang yang terkena narkoba itu bukan pelaku melainkan korban. Tetapi ada satu yang terpaksa kami kembalikan ke orangtuanya karena sudah sangat mengakar terlalu dalam sehingga tidak mampu ditangani,” tuturnya.

Unika Soegijapranata ingin sekali membantu mereka untuk meneruskan studi tetapi jika recordnya sudah terlalu dalam dan memang terlihat bermasalah sejak dini seperti itu maka dikembalikan ke orangtua. Kepada orangtua ia menyarankan, agar si anak direhabilitasi sampai bersih.

Pada tahun ajaran 2017-2018 Unika Soegijapranata menerima 1823 mahasiswa baru dan menariknya untuk program studi tertentu, minatnya mengalami peningkatan. Di antaranya Teknik Sipil, Komunikasi dan Hukum.

“Program pemerintah yang sedang gencar membangun infrastruktur, membuat calon mahasiswa baru banyak yang meminati program studi Teknik Sipil. Lulusan sipil sekarang ditunggu, herbeda keadaannya dibanding ketika saat saya pertama kali menjadi rektor pada 2009 lalu,” kata Prof Budi.

(►http://berita.suaramerdeka.com)

Kategori: