Open Maron Unika Soegijapranata: Peduli, Aktif, dan Bermakna
Jumat, 4 Agustus 2017 | 15:45 WIB

Dalam rangka Dies Natalis XXXV, Unika Soegijapranata Semarang mengadakan aksi ekologis bertajuk “Opèn Maron”, berupa membersihkan area pantai Maron, yang berada di kawasan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Jumat (4/8).

Seperti dikemukakan Pastor Kepala Campus Ministry Romo Aloys Budi Purnomo, sedikitnya 409 peserta mulai dari Rektor Unika Soegijapranata baik yang sedang berkarya yakni Prof Dr Ir Y Budi Widianarko MSc maupun Rektor terpilih Prof Dr Frederik Sanjaya hingga para dosen dan para karyawan tenaga kependidikan.

Ketua Panitia Dies, Dr V Kristina Ananingsih Msc mengatakan, aksi ekologis ini merupakan salah satu cara sederhana untuk menghayati tema karya Unika Soegijapranata 2017 yakni peduli, aktif dan bermakna.

“Kepedulian, keaktifan dan kebermaknaan itu dilakukan dengan cara merawat area pantai Maron. Cara sederhana dilakukan dengan membersihkan sampah-sampah yang secara mencolok tampak berserakan di sepanjang area pantai Maron,” ujarnya.

Kegiatan yang untuk pertama kalinya dilakukan Unika Soegijapranata di Pantai Maron ini merupakan kegiatan wajib bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan Unika. Untuk itu, Universitas menyediakan sarana transpotasi berupa angkot. Sedikitnya disiapkan 50 angkot yang melaju dari Unika Soegijapranata menuju lokasi “Opèn Maron”. Belum yang berangkat sendiri dengan kendaraan pribadi entah mobil entah sepeda motor.

Cermin Kepribadian

Dalam sambutannya, Prof Budi mengatakan, pantai adalah cermin kepribadian masyarakatnya. Saat pantai kotor, pribadi dan wajah masyarakat pun kotor. Sampah-sampah di pantai bisa jadi merupakan limbah sikap ceroboh masyarakat yang di atas. “Mari kita menjaga pantai agar tetap bersih. Tindakan sederhana ini semoga menyadarkan pola kehidupan kita!”, tegas Prof Budi. Mengakhiri sambutan singkatnya, Prof Budi bercanda, “Jangan lupa setelah bersih-bersih di pantai, nanti juga bersih-bersih di rumah sendiri….”

Keakraban Egaliter

Kegiatan “Opèn Maron” sebagai Gerakan Bersih Pantai Maron berlangsung penuh keakraban dan suasana egaliter. Semua yang hadir, termasuk Romo Budi, meski tidak mengikuti aksi sampai selesai karena harus mengikuti acara serah terima tugas pelayanan Kokerma (Koordinator Kerasulan Mahasiswa) antara Romo Y Riyanto Pr kepada Romo V Yudho W Pr. Mereka bekerja dengan gembira tanpa sungkan tanpa ragu dan takut menjadi kotor. Mereka menikmati kebersamaan itu dalam kegembiraan dan keakraban.

Menurut Romo Budi, aksi ekologis ini juga menjadi sebentuk cara sederhana Unika Soegijapranata merespon positif Ensiklik Laudato Si yang disampaikan oleh Paus Fransiskus. Menjaga kebersihan pantai juga menjadi perwujudan iman.

Acara yang dimulai pada pukul 06.00 WIB itu diakhiri pada pukul 12.00. Selain bersih-bersih pantai, aksi ini juga ditandai rekreasi, makan siang dan kembali ke kampus.

http://id.beritasatu.com

Kategori: