“Open Maron” Tuk Peringati Dies Natalis Unika
Senin, 7 Agustus 2017 | 8:35 WIB

Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-35, Unika Soegijapranata mengadakan beberapa acara selama bulan Agustus 2017 ini, salah satu acara tersebut yaitu “Open Maron”. Nama Acara “Open Maron” ini berasal dari dua kata yakni “Open” dari bahasa jawa yang berarti merawat dan kata “Maron” yang merupakan nama pantai di pesisir kota Semarang. Sesuai dengan arti nama tersebut acara ini merupakan bentuk kepedulian Unika terhadap lingkungan dan kepedulian tersebut dinyatakan dengan gerakan bersih bersih Pantai Maron Semarang pada Jumat (4/8).

Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 wib hingga pukul 11.00 wib ini diikuti 400 orang keluarga besar Unika mulai dari Rektor Unika , Rektor terpilih, para dosen dan para tenaga kependidikan. Acara ini juga dihadiri oleh Komandan Lanud Ahmad Yani Semarang yang diwakili oleh Letnan Kolonel (Letkol) I Wayan Sudarsa, SH selaku Komandan Detasemen Pangendali Pangkalan Udara Ahmad Yani Semarang yang juga sebagai pembina keamanan Pantai Maron.

Dr V Kristina Ananingsih MSc yang menjadi Ketua Panitia Dies Natalis ke-35 menjelaskan bahwa acara kepedulian lingkungan ini merupakan bentuk penghayatan Unika terhadap tema karya Unika yang Peduli, Aktif dan Bermakna.

“Acara ini sesuai dengan tema karya Unika yang Peduli, Aktif dan Bermakna. Untuk pedulinyanya, kita menyatakan kepedulian kita di lingkungan sekitar terutama pantai Maron ini yang menjadi salah satu obyek wisata kota Semarang. Keadaannya perlu diperhatikan, terutama banyak sampah-sampah disini. Makanya kita (warga Unika-red) menyatakan kepedulian kita di pantai Maron ini” Ujar Kristina.

Kristina menambahkan bahwa selain sebagai bentuk penghayatan pada tema karya  Unika, acara ini juga sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai manusia yang sudah menempati bumi ini. “Dengan adanya acara ini kita bisa merefleksikan bahwa lingkungan sekitar kita merupakan tanggungjawab kita, kita yang sudah menempati maka kita juga harus memperhatikan lingkungan kita dengan bersih bersih” tambah Kristina.

Sementara itu, Letnan Kolonel (Letkol) I Wayan Sudarsa, SH selaku Komandan Detasemen Pangkalan Udara Ahmad Yani yang juga pembina keamanan pantai Maron Semarang menyatakan pihaknya mendukung dan merasa senang dengan adanya kegiatan bersih bersih pantai Maron yang diadakan Unika. Menurutnya acara ini sangat menyelamatkan kerang dan orang orang yang mengkonsumsi kerang. Selama ini banyak sampah limbah plastik di pantai dan sampah limbah plastik tersebut bisa termakan kerang serta lebih bahayanya lagi jika kerang tersebut kemudian dikonsumsi manusia.

“Rektor Unika sudah pernah cerita bahwa pernah ada penelitian tentang limbah plastik di Pantai Maron. Limbah plastik di Pantai Maron ini bisa dimakan kerang dan selanjutnya apabila kerang tersebut dikonsumsi oleh manusia, kan berbahaya” tegas Wayan.

Komentar Warga Sekitar dan Keantusiasan Peserta

Unika Soegijapranata ternyata baru satu-satunya perguruan tinggi yang telah melakukan kegiatan bersih bersih di Pantai Maron dan meninggalkan komentar positif bagi warga sekitar lokasi yang berjualan di sekitar pantai. Anisah, salah satu warga sekitar mengatakan bahwa ia merasa senang dengan adanya kegiatan bersih bersih ini karena pantai jadi terlihat lebih bersih dari biasanya.“Iya saya merasa senang mas karena biasanya pantai terlihat kurang bersih karena sampah yang tercecer di sepanjang pantai tetapi setelah adanya kegiatan ini sekarang jadi bersih dan lebih nyaman” ucap Anisah.

Selain mendapat komentar positif dari warga sekitar, ternyata acara ini juga menambah wawasan salah satu peserta, yaitu Stevanus Hadiyarso yang sehari hari berkerja sebagai dosen Ilmu Komunikasi Unika. Ia menceritakan bahwa ia sangat antusias mengikuti acara ini karena bisa mengenal pantai Maron yang sebenarnya.

“Saya memang antusias karena belum pernah kesini (pantai Maron-red) dan penasaran juga pantai Maron ini seperti apa, karena setahu saya di dekat wilayah Tanah Mas katanya dulu juga ada Pantai Maron ternyata tidak ada dan ternyata Pantai Maron yang sebenarnya adanya disini,” ujar Hadiyarso. (Holy)

Kategori: ,