Misa Dies Natalis Unika Soegijapranata di Cungkup Makam Mgr Soegijapranata
Sabtu, 5 Agustus 2017 | 15:30 WIB

Sesudah dibuka dengan aksi ekologis “Opèn Maron”, Jumat (4/8), dalam rangkaian Dies Natalials XXXV, Unika Soegijapranata menggelar Misa Syukur di Pendopo Joglo Makam Mgr Albertus Soegijapranata di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Jl Pahlawan Semarang, Sabtu (5/8).

Perayaan Ekaristi dipersembahkan Pastor Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata, Romo Aloys Budi Purnomo Pr, didampingi oleh Romo Y Riyanto Pr dan Romo V Yudho Widianto Pr. Romo Riyanto adalah Pastor Kokerma (Koordinator Kerasulan Mahasiswa) Kevikepan Semarang yang per Agustus 2017 ini digantikan Romo Yudho Pr.

Perayaan Ekaristi dilaksanakan di Joglo Cungkup Pendopo Makam Mgr Albertus Soegijapranata karena satu-satunya Universitas Katolik di Semarang dan Jawa Tengah yang baru saja mendapat Akreditasi A itu bernama Soegijapranata.

Harapannya, spiritualitas Soegijapranata dapat digemakan kembali dan ditimba sebagai inspirasi pelayanan dan dinamika civitas academica.

Kekompakan Tim Unika
Sesuai tema karya Unika Soegijapranata, demikian pula Misa Syukur Dies Natalis XXXV bertema Peduli, Aktif dan Bermakna. Salah satu upaya sederhana menghayati tema ini tampak dalam kekompakan semua elemen Unika Soegijapranata Semarang.

Ekspresi membangun kekompakan itu secara sederhana tampak dalam undangan ajakan untuk hadir dalam Misa Syukur agar peduli, aktif dan bermakna satu terhadap yang lain di antara Tim Unika.

Untuk itu, Dr V Kristina Ananingaih MSc sebagai Ketua Panitia Dies Natalis XXXV Unika Soegijapranata membuat undangan yang ditujukan kepada para Dekan Fakultas, Kaprodi S2/S1/D3, Sekretaris Program Studi, Kepala Lembaga/Biro/UPT dan Kepala TU Fak/Program Studi Unika Soegijapranata Semarang. Dengan tembusan kepada Rektor, dalam surat undangan itu Kristina memohon bantuan agar semua pihak yang menjadi subyek undangan itu berkenan menyampaikan kepada segenap dosen dan tenaga kependidikan agar menghadiri Misa Dies Natalis XXXV Unika Soegijapranata. Bahkan dalam undangan masih tertulis “wajib hadir”.

Maka sebagaimana disebut dalam homili Romo Budi, kehadiran dalam Misa Dies Natalis menjadi bentuk sederhana menghayati tema karya Unika Seogijapranata 2017: Peduli, Aktif dan Bermakna.

Romo Budi juga menegaskan bahwa sikap menjadi peduli, aktif dan bermakna ini boleh dibilang berada di saat akhir sebelum di tahun ajaran baru nanti tema karya sudah berbeda yakni Transformatif Inspiratif. Untuk itu, Romo Budi mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang hadir dalam Misa Syukur tersebut, meski dilaksanakan di hari Sabtu (di luar hari kerja) dan di Taman Makan Pahlawan pula.

Sesuai Motto Unika
“Inilah bentuk kepedulian, keaktifan dan kebermaknaan kita satu sama lain. Semoga sikap ini bergerak pula untuk masyarakat, bangsa dan kemanusiaan. Dalam semangat peduli, aktif dan bermakna, kita hayati motto Unika Soegijapranata: Talenta Pro Patria et Humanitate.” jelas Romo Budi.

“Begitulah kehadiran Panjenengan semua sudah menjadi penghayatan nyata Injil yang diwartakan kepada kita dalam Misa Syukur ini: Yesus berdoa, aku bersyukur kepadaMu Bapa sebab semuanya Kau sembunyikan bagi oranh bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Yesus peduli, aktif dan bermakna melalui sabda ini. Bahkan Yesus peduli, aktif dan bermakna bagi mereka yang letih lesu dan berbeban berat serta memberi kelegaan kepada mereka.” lanjut Romo Budi.

“Mari kita saling mendoakan agar kita tetap selalu mampu peduli, aktif dan bermakna bagi mereka yang membutuhkan perhatian kita, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Semoga karya pelayanan kita memberi kontribusi bagi upaya Gereja Keuskupan Agung Semarang dalam membangun peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya!” pungkas Romo Budi dalam homilinya.

Sambutan dan Tabur Bunga
Sebelum berkat dan perutusan sejenak diikuti upacara pemberkatan bunga tabur dan sambutan-sambutan. Rektor Unika Prof Dr Ir Y Budi Widianarko MSC mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan Dies Natalis XXXV Unika di saat-saat akhir masa jabatannya sebagai Rektor Unika Soegijapranata.

Prof Budi juga mengatakan, “Kita bersyukur dan bangga boleh misa di cungkup makam seorang pahlawan yang menjadi nama universitas kita, Mgr Albertus Soegijapranata. Unika adalah unik. Ibadat syukur selalu di cungkup. Ini harus diteruskan. Misa Dies Natalis Unika Soegijapranata sebaiknya selalu dilaksanakan seperti ini. Misa ini sungguh luar biasa. Terima kasih kepada Romo Budi yang memimpin Ekaristi bersama Romo Riyanto dan Romo Yudho.”

Bahkan Prof Budi dalam sambutannya langsung menjawab pernyataan Romo Budi agar Romo Yudho diijinkan tinggal berkomunitas bersama Romo Budi di Pastoran Unika yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian pembangunan. “Saya sebagai Rektor mengijinkan!”, kata Prof Budi.

Sambutan juga disampaikan oleh Dr Agus Suryono, Ketua Yayasan Sanjaya yang menaungi Unika Soegijapranata. Agus menyatakan bahwa Prof Budi membuat Unika kian pesat maju. Proses suksesi berjalan mulus. Akreditasi Institusi A. Fakultas Hukum A. Prof baru. Rektor baru. Unika terus maju.

Selanjutnya Agus mengatakan, “Kita dipanggil untuk melayani. Kemanusiaan satu. Keluarga besar kemanusiaan. Misa di cungkup perlu dilanjutkan.” Pak Agus baru pertama kalinya sangat mendukung hal ini.

Misa yang disemarakkan oleh “Soepra Choir” itu ditutup dengan ritual tabur bunga di cungkup makam Mgr Albertus Soegijapranata.

(►http://investor.id)

Kategori: