KKN Unika Dinilai Terbaik
Jumat, 18 Agustus 2017 | 10:29 WIB

Setelah kurang lebih 21 hari para mahasiswa Unika Soegijapranata yang berjumlah 672 mahasiswa melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Grobogan, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo, maka pada hari Senin (14/6)  dilaksanakan penarikan mahasiswa KKN Unika di tiga kabupaten tempat para mahasiswa berdinamika.

Dalam pelaksanaan KKN di tiga kabupaten tersebut, ada banyak hal yang menarik dan positif yang dialami oleh para mahasiswa maupun warga tempat mereka tinggal selama KKN, seperti halnya yang disampaikan oleh salah satu mahasiswa peserta KKN dari Kabupaten Grobogan Marchel Arya Tansah Setia dari Fakultas Psikologi yang mengungkapkan kegembiraannya tatkala ber-KKN di desa Jeketro, Kecamatan Gubug,” KKN itu ternyata istimewa bagi saya, karena dengan ikut KKN ada banyal hal yang  saya dapatkan, tidak hanya dari sisi ilmu yang kita pelajari di kampus dan kita implementasikan di desa tempat KKN, tetapi disana kita bisa belajar berdinamika dengan masyarakat, bersosialisasi dengan masyarakat, dan kita juga bisa mengetahui kinerja perangkat desa,” jelasnya.

“Hal lain KKN ini bagi kami serasa seperti liburan yang menyenangkan atau liburan yang bermanfaat dan liburan yang bisa mempelajari banyak hal. Jadi KKN itu pokoknya pengalaman yang tidak bisa dilupakan,” imbuhnya.

KKN Terbaik

Respon serupa juga disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan & Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Unika  Soegijapranata Rudi Elyadi, SE., MM ketika ditanya tentang penarikan KKN Unika di Kabupaten Wonosobo. “Dari hasil supervisi kami dengan kepala LPPM Unika, salah satu kadus di Desa Kapencar di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo menjelaskan bahwa sejak KKN dilaksanakan di desa Kapencar yaitu sejak tahun 2000 oleh beberapa perguruan tinggi lain, baru KKN Unika Soegijapranata yang dinilai terbaik dan sangat memberikan manfaat, “ tuturnya.

“Penilaian terbaik ini karena sikap dan perilaku para mahasiswa Unika di tempat KKN dinilai sopan dan santun, beretika dengan masyarakat, menyapa dan tidak membuat gap atau persoalan-persoalan di desa. Para mahasiswa juga sangat aktif dan kreatif, bahkan para mahasiswa juga sempat mengembangkan ekstrak jahe yang dikemas dan siap dipasarkan selain juga mengembangkan pembuatan puding dari jagung,” tambah Rudi.

Saat upacara penarikan KKN di Kecamatan Kertek yang dihadiri oleh para kepala desa, Camat Kertek, dan Wakil Bupati Wonosobo serta pejabat setempat. Ir., H ., Agus Subagiyo, M.Si sebagai Wakil Bupati Wonosobo berharap KKN Unika Soegijapranata tidak hanya dilaksanakan di 4 desa saja tetapi juga bisa dilaksanakan di beberapa desa lainnya dilingkungan Kabupaten Wonosobo, mengingat KKN Unika baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Wonosobo dan bisa ditindaklanjuti di beberapa wilayah lain di Kabupaten Wonosobo. (Fys)

Kategori: ,