Jadi Kado Perpisahan Rektor Budi Widianarko – Dosen dan Mahasiswa Unika Unjuk Kebolehan Bermain Ketoprak
Rabu, 30 Agustus 2017 | 16:39 WIB

TRB 30_8_2017 Jadi Kado Perpisahan Rektor Budi WidianarkoUniversitas Katolik (Unika) Soegijapranata menggelar hiburan rakyat ketoprakan di halaman parkir Thomas Aquinas pada senin (28/8) malam. Yang spesial, para pemainnya adalah para mahasiswa dan dosen.

Ketua panitia Seni Ketoprak Unika Soegijapranata, Katherina Ardanareswari mengatakan, tujuan diadakan ketoprak untuk nguri-uri kebudayaan asli Jawa. "Kami selenggarakan kegiatan ini selain menyambut Dies Natalis Unika ke-35 sekaligus sebagai pelestarian budaya asli Jawa," jelasnya, Selasa (29/8).

Menurutnya, seni ketoprak semakin lama semakin menghilang. "Pemetasan ini juga jadi pemetasan terakhir Rektor Unika Budi Widianarko yang pada 31 Agustus nanti digantikan oleh Ridwan Sanjaya," ujar Katherina.

Pilihan untuk menampilkan ketoprak, karena merupakan kesenian yang dapat diterima oleh masyarakat. "Ketoprak kan asli Jawa, bukan dari kalangan keraton tapi tumbuh di masyarakat jadi masyarakat cepat menerimanya. Kami juga mengundang warga sekitar untuk mempererat hubungan Unika Soegijapranata dengan masyarakat sekitar," tegasnya.

Rektor Unika Soegijapranata, Budi Widianarko mengungkapkan kebahagiaannya ikut serta dalam pagelaran ketoprak. "Saya sebenarnya dengan karyawan lain sudah tampil dua kali termasuk kali ini. Selain melestarikan kebudayaan Jawa juga menjadi alat untuk menyegarkan jiwa. Melepas kepenatan dan rutinitas. Ya, walaupun tidak semaksimal yang sudah ahli," ungkap Budi.

Mahasiswi Fakultas Psikologi 2013, Marcella Riska mengaku mengapresiasi terhadap pementasan ketoprak yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Unika.

"Saya sudah lama tidak lihat ketoprak, terakhir nonton ketoprak saat masih kecil. Ketoprak sangat mengesankan dan menginspirasi anak muda. Anak muda sekarang malah mengikuti tren dari negara luar. Padahal budaya Jawa seperti ketoprak banyak dilirik oleh negara asing. Semoga masyarakat Indonesia bisa melestarikannya," harap Riska.

Pendapat sama juga disampaikan Alfiana Savitri, mahasiswi Fakultas Teknologi Pertanian 2014, mengutarakan agar pemuda Indonesia bisa melestarikan budaya asli Indonesia.

"Semoga teman-teman yang lain semakin tertarik dan mau belajar budaya asli Indonesia. Jangan , dari luar terus. Indonesia punya kebudayaan yang bagus dan unik," pungkas Alfiana.

(â–ºTribun Jateng 30 Agustus 2017)

Kategori: