Estafet Kepemimpinan Unika Soegijapranata
Kamis, 31 Agustus 2017 | 18:17 WIB

Menutup serangkaian acara Dies Natalis Unika ke-35 , Unika pada hari Kamis (31/8) menyelenggarakan Orasi Dies Natalis. Acara orasi dies natalis ini menjadi sangat spesial karena juga dibarengi dengan acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Rektor Unika dari Prof. Dr. Y Budi Widianarko, M.Sc kepada Prof. Dr. F Ridwan Sanjaya, SE., S.Kom., MS.IEC yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor IV bidang Kerjasama dan Pengembangan.

Acara Sertijab Rektor yang diselenggarakan di ruang Aditorium lantai 3 Gedung Albertus ini dihadiri oleh Pembina Yayasan Sandjojo sekaligus Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubyatmoko Pr beserta pengurus Yayasan Sandjojo, Menteri ESDM yang juga sebagai Dewan Penyantun Unika, Ignasius Jonan serta, Kapolda Jateng yang diwakili Wakapolda Jateng, Panglima Kodam (Pangdam) IV/ Diponegoro, para dosen, tenaga kependidikan, dan tamu undangan lainnya.

Dalam hari yang berbahagia ini, Prof. Budi Widianarko dan Prof. Ridwan Sanjaya saling memberikan sambutan berkaitan dengan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Rektor ini. Professor Budi Widianarko dalam sambutannya berharap Unika dibawah pimpinan Prof. Ridwan Sanjaya bisa mencapai tujuan utama Unika di tengah gempuran kemajuan teknologi dan juga berharap Unika berkembang seiring kemajuan teknologi dewasa ini.

“Saya ibaratnya hanya bisa menyiapkan kapal yang siap berlayar tapi masih dekat pantai, dan harapannya kapal itu nanti berlayar mencapai tujuan ditengah gempuran teknologi. Saat ini kita sedang mencari bentuk yang pas buat universitas, jangan sampai seperti dinosaurus, punah gara-gara teknologi, melainkan harus tetap terus bertahan seperti manusia,” ucap Prof. Budi.

Dalam sambutannya itu pula, Prof Budi juga mengungkapkan perasaan senangnya karena rektor yang baru merupakan seseorang ahli dalam bidang sistem informasi khususnya internet. Prof Budi merasa ‘eman-eman’ jika penerusnya tidak berwawasan teknologi internet karena dikhawatikan akan kehilangan momen karena saat ini semua perubahan sarat dengan teknologi.

“ Saya merasa senang penerus saya adalah ahli di bidang sistem informasi khususnya internet karena kita sedang menghadapi perubahannya di situ. Apa yang saya kerjakan selama delapan tahun itu sederhana, yaitu pertama kepercayaan diri sebagai perguruan tinggi swasta yang lebih memiliki  kepercayaan diri, kedua adanya pencapaian-pencapaian akademik sehingga ada pertumbuhan, namun dari faktor eksternal bersamaan dengan itu juga ada perubahan yang sarat teknologi, sehingga kalau yang memimpin bukan orang yang berwawasan teknologi internet maka akan eman-eman dan kehilangan momen, itu alasannya saya juga dulu merekrut Prof. Ridwan menjadi wakil saya. Pada intinya saya sangat bersyukur melakukan suatu proses itu dengan agak utuh,”jelas Prof. Budi.

Unika Kedepan

Sementara itu seusai penandatanganan surat keputusan serah terima jabatan rektor, Prof. Ridwan Sanjaya menyampaikan sambutannya. Dalam sambutanya, Prof. Ridwan mengungkapkan dengan terpilihnya beliau menjadi rektor merupakan tantangan tersendiri untuk mencapai tujuan utama Unika.

“Menyadari mulai besok 1 September 2017 sudah terjadi pergantian pemimpin di Unika, justru membuat saya gelisah. Bagaimana tidak gelisah karena Prof Budi telah membawa perubahan tidak hanya perubahan insfrastruktur tetapi juga dalam hal pengelolaan kualitas perguruan tinggi. Sudah terjadi peningkatan kesejahteraan dan kekuatan team work, kapal sudah berlayar sampai di tengah lautan, ini menjadi beban dan tantangan untuk saya untuk melanjutkan kapal sampai ke daratan ” ujar Prof. Ridwan.

Meskipun beliau merasa ini merupakan tantangan, beliau juga akan membawa Unika untuk membangun Cyber University. “Unika akan mengarah pada cyber university, yaitu suatu keniscayaan dimana orang-orang yang akan belajar tidak terikat lagi pada tempat, tetapi bagaimana mentransformasi ilmu kemudian pengalaman dan disiplin dalam bentuk yang berbeda” ujar Prof. Ridwan

Cyber University sebagai entitas baru, artinya ada Unika yang sekarang ini, juga ada universitas cyber yang harapannya pesertanya adalah mereka-mereka yang mau continuing education, contohnya bagi mereka yang sudah bekerja namun ingin melanjutkan studi atau kawan-kawan yang di pelosok yang secara fisik sulit untuk hadir,”tambah Prof Budi. (Holy)

Kategori: ,