Menghayati Indahnya Toleransi dalam Keberagaman
Sabtu, 5 Agustus 2017 | 15:52 WIB

■ Perayaan Ekaristi Syukur Dies Natalis XXXV FEB Unika

Menghayati toleransi dalam keberagamaan tidaklah mudah, karena diperlukan cara pandang yang positif. Selain itu, keberagaman juga tidak perlu menjadi ancaman, tetapi justru akan membawa berkah.
Itulah homili yang disampaikan Pastor Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang Romo Aloys Budi
Purnomo Pr saat Perayaan Ekaristi Syukur atas Dies Natalis XXXV Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unika Soegijapranata, di Lantai 2 Gedung Yustinus, Kamis (3/8).

Kegiatan yang mengusung tema Indahnya Toleransi dalam Keberagamaan itu dipilih karena menjadi salah satu ciri dan warna FEB dari sisi budaya, agama, dan suku para mahasiswa maupun dosennya.

Toleransi Sejati
Romo Budi yang juga Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan KepercayaanKeuskupan Agung Semarang menegaskan, toleransi berasal dari kata tolerare dalam bahasa Latin yang berarti saling menanggung dan memikul beban bersama. Dalam arti harafiah yang benar, toleransi menjadi indah dalam keberagaman.

”Tantangan kita adalah menghadirkan toleransi sejati yang melebihi toleransi yang selama ini secara salah kaprah kita pahami,” ungkapnya.

Romo Budi juga mengajak untuk bersikap dan berperilaku lebih dari toleransi.
Sebagai ciptaan Tuhan, manusia dipanggil dan diutus untuk saling menghargai, menghormati dan mengasihi dengan menggunakan semua bakat dan talenta kita untuk bangsa dan kemanusiaan.
Setelah Misa berlangsung, Dekan FEB Sentot Suciarto Athanasius PhD bersyukur kepada para pendahulu yang telah
merintis FEB dalam doa.

FEB menurutnya terus berkembang dari waktu ke waktu. Seiring dengan Dies Natalis XXXV FEB, Program Studi (Prodi) Manajemen ke-35; Prodi Akuntansi ke-25 dan Prodi Perpajakan ke-19 ia berharap terus berkembang dalam membangun commitment, cohesiveness, dan competence.

(►Suara Merdeka 3 gustus 2017 hal. 23)

Kategori: