DI UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG – Kedudukan Setara dalam Ketoprak
Kamis, 31 Agustus 2017 | 12:20 WIB

KR 31_8_2017 Ketoprak

DIES Natalis ke-35 Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang diwarnai pentas seni tradisional hiburan rakyat berupa ketoprak di kampus setempat, Senin (28/8). Pentas mengambil lakon `Setya Ing Ubaya’ ini seluruh pemainnya dosen dan karyawan Unika sendiri, termasuk Rektor Prof Dr Budi Widianarko MSc yang akan menyelesaikan masa tugasnya, Kamis (30/8) ini.

Ketua panitia ketoprak dosen-karyawan Unika, Katharina Ardanareswari STP MSc, menyebutkan, pentas untuk nguriuri dan melestarikan kebudayaan Jawa khususnya pementasan ketoprak yang saat ini jarang ditemui.

Katharina menyebut ketoprak merupakan seni yang merakyat dan bukan dari kalangan kraton sehingga masyarakat dapat menerima dengan mudah. Diadaptasi dari wayang orang dan dipentaskan oleh rakyat. Diharapkan, dengan pesta rakyat ini dapat merekatkan antara Unika Soegijapranata dengan masyarakat sekitar.

Rektor Prof Budi yang juga ikut memeriahkan pentas ketoprak, mengungkapkan kebahagiaannya dapat ikut serta dalam pergelaran ketoprak. Menurutnya, kegiatan ini harus selalu diadakan. Dirinya dan sebagian dosen karyawan Unika lainnya sudah dua kali pentas. Tidak hanya sekadar melestarikan budaya Jawa saja, namun juga sebagai kegiatan menyegarkan jiwa.

"Saya senang dengan kegiatan ini, walaupun tidak maksimal dalam bermain peran namun saya suka dan dapat enjoy untuk melepaskan kepenatan badan dan jiwa dari rutinitas, Menariknya lagi adalah ketika bermain dalam ketoprak ini, tidak dibedakan dari struktur organisasi melainkan menjadi setara. Tidak ada rasa keterpaksaan, saya sangat menikmati peran yang dijalani di cerita ini," ungkap Prof Budi seraya menyebut hambatan karena harus mengingat dialog dalam tiga bulan saja dan menggunakan bahasa Jawa khas ketoprak yang harus dikuasai.

(â–ºKedaulatan Rakyat 31 Agustus 2017 halaman 13)

Kategori: