Unika Beri Keleluasaan Mahasiswa Dharmasiswa Mengembangkan Diri
Rabu, 5 Juli 2017 | 8:30 WIB
DHARMASISWA: Mahasiswa asing yang mengikuti program Dharmasiswa dari Kemendikbud di Unika Soegijapranata usai Farewell Party di Gedung Mikael lantai 4, Senin (3/7).

DHARMASISWA: Mahasiswa asing yang mengikuti program Dharmasiswa dari Kemendikbud di Unika Soegijapranata usai Farewell Party di Gedung Mikael lantai 4, Senin (3/7).

Berbagai pengalaman menarik dialami mahasiswa asing yang mengikuti program Dharmasiswa di Unika Soegijapranata, pada umumnya mereka senang dengan apa yang diberikan oleh universitas tersebut. Misalnya saja Aaron Michael Bonilla dari Amerika Serikat yang merasa Unika sangat mendukung dan memberikan keleluasaan waktu kepadanya untuk belajar Pencak Silat, selain mengikuti program Dharmasiswa.

“Saya merasa mendapat anugerah, bagaimana universitas memberikan banyak keleluasaan waktu menekuni Pencak Silat,” kata pria yang akan mendirikan perguruan Pencak Silat setelah kembali ke negaranya, Senin (3/7) kemarin usai Farewell Party mahasiswa program Dharmasiswa di Unika Soegijapranata.

Aaron sudah mempelajari Pencak Silat sejak 2005 di negara tempat dia berasal. Ia datang ke Indonesia selain ingin mengikuti program Dharmasiswa, juga ingin memperdalam Pencak Silat yang pernah dipelajarinya di Amerika Serikat.

“Saya senang di Unika karena merupakan universitas kecil, seperti asal universitas saya di Youngstown Ohio. Di universitas yang kecil seperti ini, mudah sekali menjalin hubungan dengan sesama mahasiswa, staf dan dosen,” tambah mahasiswa asal Youngstown University tersebut.

Kepala UPT International Office Unika Soegijapranata Dr Ekawati Marhaeny Dukut MHum menyatakan, Farewell Party mahasiswa asing program Dharmasiswa ini seharusnya dilakukan pada akhir Agustus. Tetapi karena ada seorang mahasiswa yang harus pulang besok (hari ini) maka acara diajukan dan dilaksanakan ketika semua mahasiswa masih ada di Indonesia.

“Ada hal yang membedakan dengan tahun sebelumnya dimana hanya ada satu peminatan yaitu jamu. Sedangkan pada tahun ini kami membuka dua bidang peminatan selain jamu, ada pariwisata dan kuliner,” tutur Eka.

(►http://berita.suaramerdeka.com)

Kategori: