Unika Banyak Kirim Kontestan Denok Kenang
Rabu, 26 Juli 2017 | 15:48 WIB

Para finalis Denok Kenang Semarang 2017 berkunjung ke Unika Soegijapranata setelah sebelumnya disambut oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Dr. V. Kristina Ananingsih, ST, MSc. dan Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknologi Pertanian, Novita Ika Putri, S.TP, MSc. di ruang Oval, Gedung Albertus Unika Soegijapranata pada hari Senin (24/7). Kunjungan para finalis Denok Kenang Semarang turut didampingi oleh Agung Ciptaning yang menjabat sebagai Sie Promosi Dinas Pariwisata Kota Semarang.

Didampingi oleh Dr. V. Kristina Ananingsih, ST, MSc., para finalis diantar untuk bertemu dengan Rektor Unika Soegijapranata, Prof. Dr. Y. Budi Widianarko, MSc  dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Lita Widyo Hastuti, S.Psi., M.Si. di ruang Merah, Gedung Mikael, Unika Soegijapranata. Adapun para Finalis Denok dan Kenang Kota Semarang yang hadir antara lain Satria Wibi, siswa Kelas XII SMAN 3 Semarang (Kenang Kota Semarang); Herliansa Chrisnasari Puspita, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Unika Soegijpranata angkatan 2014 (Denok Kota Semarang); Galih Kusuma, mahasiswa Progdi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Unika Soegijpranata angkatan 2013; Jordan Richard, mahasiswa arsitektur Unika Soegijapranata angkatan 2013; Florentia, mahasiswa Progdi Perpajakan Fakultas Ekonomi Bisnis Unika Soegijapranata angkatan 2014; Armelia Maharani, mahasiswa Progdi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Unika Soegijpranata angkatan 2013; Inge Astri, mahasiswa Progdi Ilmu Komunikasi Fakultas Hukum Unika Soegijpranata angkatan 2015; Patricia Margareth, mahasiswa Arsitektur Unika Soegijapranata angkatan 2017.

Dalam kunjungan ini, Agung Ciptaning mewakili Dinas Pariwisata Kota Semarang hendak bersilaturahmi sekaligus mengenalkan kegiatan Denok Kenang dari proses seleksi hingga pemilihan. Kunjungan ke Unika Soegijapranata sekaligus sebagai ucapan terima kasih dari Dinas Pariwisata Kota Semarang karena telah mengirimkan banyak perwakilan pada perhelatan Denok Kenang Kota Semarang dan banyak pula kontestan dari Unika yang sampai pada tahap finalis hingga ada yang menjadi juara. Kunjungan ini sekaligus juga sebagai ajakan untuk kerjasama antara Unika Soegijapranata dan Dinas Pariwisata Kota Semarang.

Ikuti Ajang Mas dan Mbak Jawa Tengah

“Pada siang ini, kami membawa Denok yang berasal Fakultas Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata dan Kenang yang masih berstatus siswa Kelas XII SMAN 3 Semarang. Memang sebelumnya kita belum sempat berkunjung ke Unika Soegijapranata karena Denok dan Kenang Kota Semarang langsung menjalankan tugas mendampingi walikota di acara APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) tingkat nasional di Kota Malang 2 hari setelah terpilih. Dari 200 orang yang mendaftar Pagelaran Denok Kenang Kota Semarang diseleksi hingga menjadi 25 pasang finalis Denok Kenang yang bersaing di malam pengukuhan. Dari yang kami bawa saat ini, seluruhnya merupakan sebagian dari 25 pasang finalis Denok Kenang Semarang dan seluruhnya dari Unika Soegijapranata” jelas Agung Ciptaning.

“Untuk juara pertama yang menyandang gelar Denok dan Kenang Kota Semarang akan diberikan tugas sebagai Duta Pariwisata Kota Semarang dan akan menjadi wakil Kota Semarang untuk mengikuti ajang perhelatan Mas dan Mbak Jawa Tengah di tingkat provinsi yang akan dihelat di Jepara karena tahun lalu gelar Mas Jateng diraih oleh wakil dari Kota Jepara sedangkan Mbak Jawa Tengah dari Klaten. Sebelumnya, wakil dari Unika Soegijapranata yaitu Roy Yuzaen Pradana juga menyandang gelar Kenang Kota Semarang tahun 2011 juga berhasil menyandang gelar Mas Jateng dan prestasinya berhasil diteruskan hingga menjadi juara untuk ajang pemilihan Duta Pariwisata Indonesia”tutur Agung Ciptaning.

Sementara itu Rektor Unika Soegijapranata Prof. Dr. Y. Budi Widianarko, MSc dalam sambutannya menyampaikan, “Sekarang sudah bukan saatnya Semarang untuk low profile karena memang Denok dan Kenang Kota Semarang terbukti juga mampu bersaing hingga tingkat Nasional. Apabila dilihat dari kondisi sarana transportasi di Kota Semarang seperti misalnya airport saat ini masih cukup terbelakang dibanding kota lainnya. Akan tetapi, ada hal yang cukup membanggakan dari airport Kota Semarang yang menjadi salah satu airport domestik tersibuk di Indonesia. Kapasitas Ahmad Yani International Airport hari ini sudah terlampaui 1500% dari kapasitas aslinya. Hal ini menunjukkan Kota Semarang merupakan kota yang sedang berkembang. Menurut saya, hal ini cukup penting karena Kota Semarang telah berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah mahasiswa Universitas Diponegoro yang mencapai sekitar 45.000 dan Universitas Negeri Semarang yang mencapai sekitar 30.000 serta beberapa perguruan tinggi swasta termasuk Unika Soegijapranata berkisar 8.000 hingga 9.000. Dari jumlah tersebut, artinya 12,5 % penduduk Kota Senarang menempuh pendidikan tinggi. Dapat disimpulkan bahwa, Kota Semarang cukup layak untuk menjadi destinasi pendidikan tinggi”jelas Prof. Budi. (Cal)

Kategori: , ,