UMKM Bisa Manfaatkan Kredit Wibawa
Jumat, 14 Juli 2017 | 10:06 WIB

SM 13_07_2017 UMKM Bisa Manfaatkan Kredit Wibawa

Usaha Kecil dan Menegah (UMKM) di Kota Semarang, hingga kini meng-hadapi berbagai kendala, yaitu penerapan sistem manajemen yang kurang tepat, keterbatasan modal, dan sumber daya manusia. Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Ptihadi (Hendi), setelah membuka Workshop dan Expo UMKM dalam rangka Kuliah Kerja Usaha (KKU) 2017 Unika Soegijaranata, Selasa(11/7).

Menurut dia saat ini terdapat 11 ribu UMKM, dan banyak di antara mereka menghadapi masalah modal, pemasaran, peningkatan kualitas produk, dan manajemennya belum benar.

Menurut dia, guna mengatasi masalah permodalan, UMKM dan menggunakan program Kredit Wibawa (Wirausaha Bangkit jadi Jawara), bekerja sama dengan Bank Jateng, Bank Pasar Kota Semarang dan Bank Muamalat.

Khusus untuk tahun ini, Pemkot mengalokasikan anggaran Rp 3,2 miliar untuk kredit tersebut, tetapi baru terserap Rp 2,4 miliar. Karena itu masih terbuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkannya.

Beri Apresiasi
Di bagian lain, Hendi memberikan apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika, yang telah mendampingi sekitar seratus UMKM di Kota Semarang dalam kegiatan KKU. Upaya itu sejalan dengan program pemerintah kota dalam membantu UMKM, sekaligus mengatasi pengangguran dan kemiskinan.

Koordinator Pengabdian Masyarakat LPPM Unika, Ch Yekti Prawihatmi mengatakan kegiatan KKU tahun ini diikuti 336 mahasiswa.

Mereka mendampingi sekitar 120 UMKM, di tujuh wilayah, antara lain di sekitar sekolah Kuncup Melati di kawasan Pecinan, di sekitar Kelurahan Kandri, Kemijen, Karangayu, Tambakharjo, Gisikdrono, dan Sambiroto.

Selama lebih kurang tiga bulan, mereka mendampingi dad aspek manajemen pemasaran, produk, dan memberikan motivasi.

"Mereka memberikan pendampingan manajemen keuangan karena temyata banyak UMKM, yang belum memisahkan antara keuangan untuk kebutuhan hidup dan usaha. Jadi, selama ini mereka bingung dan merasa, tidak ada perkembangan," tandas Yekti.

(â–ºSuara Merdeka 13 Juli 2017 hal. 19)

Kategori: