Tim Lomba Debat Mahasiswa Unika Melaju ke Tingkat Nasional
Selasa, 18 Juli 2017 | 8:57 WIB

3 mahasiswa Unika Soegijapranata yaitu Lorensius Alvin Purnama (Fakultas Hukum), Hartono Aditya Soegijapranata (Progdi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Abigail Ruth Maria (Fakultas Arsitektur) berhasil meriah peringkat ke-8 dalam lomba debat berbahasa Inggris tingkat provinsi Jawa Tengah yang diadakan oleh Kopertis Wilayah VI bertempat di Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Rabu (12/7) hingga Jumat (14/7). Dari peringkat ke-8 yang diperoleh, ketiga mahasiswa tersebut berhak mewakili Kopertis VI dalam lomba debat bahasa Inggris tingkat nasional yang diadakan oleh Kemristekdikti di Universitas PGRI Semarang pada Minggu (3/9) hingga Jumat (8/9).

“Acara lomba debat berbahasa Inggris merupakan acara tahunan dari Kemristekdikti yang diperuntukkan bagi  mahasiswa antar universitas. Mulanya, dari setiap universitas diadakan seleksi internal, demikian pula di Unika Soegijapranata. Dalam persiapan lomba ini, Unika mengadakan seleksi di tingkat universitas melalui UKM SDS (Soegijapranata Debate Society). Selanjutnya, hasil seleksi tingkat universitas akan diseleksi kembali di tingkat Kopertis yang pada tahun ini diikuti oleh 40 tim dari seluruh universitas se-Jawa Tengah (Kopertis Wilayah VI). Dari 40 tim tersebut, kemudian diseleksi  menjadi 9 tim yang akan melaju di tingkat nasional. Dan Unika Soegijapranata  masuk peringkat ke-8 dalam seleksi tersebut sehingga selanjutnya Unika akan maju ke seleksi tingkat nasional bersama 8 tim dari universitas lain se Kopertis Wilayah VI,” tutur Loren

“Dalam lomba debat ini pihak Kemristekdikti mengusung gaya debat British Parlementary, artinya dalam setiap sesi debat yang  terdiri dari 4 tim dibagi menjadi 2 tim yaitu dari pihak pro dan kontra. Pihak pro sendiri terbagi menjadi 2 kelompok yaitu opening government dan closing government. Sementara, di pihak kontra terdiri dari opening opposition dan closing opposition. Bagi keempat tim walaupun berada dalam pihak yang sama baik mendukung pro maupun kontra tidak bisa saling mendukung dan tetap saling berkompetisi. Bagi kami, kesulitan terbesar terletak pada perebutan argumen. Tim pemenang dalam perdebatan British parlementary yaitu tim yang paling kontributif dan diperlukan tingkat kejelian tinggi untuk membedakan dan membentuk opini baru secara spontan apabila argumen hampir sama dengan tim lain” jelas Aditya.

“Apa yang telah kami peroleh bagi kami cukup membanggakan dikarenakan 2 orang dari kami, Hartono Aditya dan Abigail Ruth masih tergolong sebagai mahasiswa baru angkatan 2016. Terlebih lagi, lawan-lawan yang kami hadapi mayoritas telah berstatus mahasiswa veteran yang sarat pengalaman bahkan ada yang pernah menjadi juri kita dan ada pula yang telah menjadi juara tahun lalu” jelas Loren.(Cal)

Kategori: ,