Romo Budi Ajak PMLP Unika Lebih Peka Masalah Ekologi
Selasa, 18 Juli 2017 | 12:33 WIB

Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang Romo Aloys Budi Pumomo Pr menerima kunjungan Donny Danardono dan Oely dikantomya, Senin (17/7).

Donny dan Oely merupakan bagian dari PMLP (Program Magister Lingkungan dan Perkotaan Unika Scegijapranata), program lintas disiplin yang menempatkan masalah lingkungan dan sosial perkotaan sebagai hasil interaksi antar kota dan lingkungan sekitamya.

PMLP menawarkan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai ilmu dalam lingkungan sains dan humaniora. Dengan penguasaan holistik terhadap berbagai perspektif ilmu tersebut, PMLP bertekad menghasilkan birokrat, akademisi, konsultan, kontraktor, wartawan, pekerja LSM dan politisi yang menjadi antara lain, tenaga ahli profesional di bidang manajemen perkotaan, manajemen lingkungan, transportasi serta properti dan seror maupun konservasi alam.

Saat ini, PMLP Unika Soegijapranata Semarang bekerja sama dengan Departrnent of Social Geoghraphy, Faculty of Management, Radbound Universiry, The Netherlands; Eckerd College, Florida, USA, Assesing Mangrove Planting in the Park Fishponds dan Free Waste Ocean, The Netherlands, Plastic River Polution and Ocean Clean Up.

Kedatangan Donny dan Oely di Kantor Campus Ministry untuk mendapatkan masukan-masukan dari Romo Budi terkait dengan rencana layanan penyuluhan sosial bagi masyarakat Kota Semarang.

Lebih khusus terkait dengan masyarakat miskin kota dan kaitannya dengan relasi antar umat beragama dalam rangka membangun tata kota dan lingkungan hidup yang melibatkan warga masyarakat di wilayahKota Semarang. Terhadap hal tersebut Rom o Budi memberikan tiga gambaran masukan. Pertama, dari PMLP bisa bekerja sama dengan Bidang Diakonia Paroki Kebon Dalem unbak menyapa dan memberikan layanan sosial bagi warga yang tinggal di pinggir Kali Semarang di sekitar Kebon Dalem.

HinggaPagi
“Saat saya bertugas di KebonDalem, saya sering berjumpa dan menyapa warga masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai di dekat gereja dan pastoran Kebon Dalem. Masih ada sejumlah warga yang tinggal di rumah kardus dan rumah seadanya di sepanjang jalan itu tiap malam. Termasuk yang ada yang tidur di becak sebagai rumah dan tempat bermalam sambil nyetel radio sampai pagi,” papar Romo Budi.

Apa yang bisa buat untuk mereka? Romo Budi pun menyarankan, Donny dan Oely untuk bekerja sama dengan Komunitas “Germo” yakni komunitas seniman budayawan “Gerakan Orang Miskin Kota” (terbaca Germo) yang berbasis di Gabahan, Kebon Dalem.

Kedua, terkait dengan peran masyarakat lintas agama, Romo Budi mengusulkan PMLP bekerja sama dengan Kiai Budi Harjono di Ponpes Al-Islah, Tembalang.

“Penyuluhan layanan sosial bisa dilakukan di halaman Ponpes beliau sambil nonton film bareng-bareng, lalu Kiai Budi Harjono bisa diminta memberi masukan,” katanya.

Ketiga, PMLP bisa bekerja sama dengan Bidang Diakonia Paroki Tanah Mas terkait dengan tata lingkungan hidup yang terancam rob dan banjir. Karena, warga Tanah Mas amat plural dari sisi agama, sosial dan ekonomi. Dari tukang becak hingga anggota DPRD tinggal di sana.

(â–ºSuara Merdeka 18 Juli 2017, hal. 21)

Kategori: