Prof Ridwan Sanjaya Tidak Pernah Menyangka Menjadi Guru Besar
Jumat, 21 Juli 2017 | 10:10 WIB
Dr Ridwan Sanjaya SE SKom MS IEC dikukuhkan sebagai guru besar bidang Sistem Informasi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang di auditorium Gedung Albertus lantai 3 kampus setempat, Senin (17/7).

Dr Ridwan Sanjaya SE SKom MS IEC dikukuhkan sebagai guru besar bidang Sistem Informasi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang di auditorium Gedung Albertus lantai 3 kampus setempat, Senin (17/7).

Unika Soegijapranata mengukuhkan Dr Ridwan Sanjaya SE SKom MS IEC sebagai guru besar bidang Sistem Informasi, ia merupakan guru besar pertama di bidang tersebut di Unika Soegijapranata. Wakil Rektor IV Unika Soegijapranata Bidang Kerja Sama dan Pengembangan tersebut tidak pernah menyangka mendapat amanah sebagai guru besar pada usia yang ke-39.

“Kalau bercita-cita mungkin pernah. Saat diwawancarai ketika akan menjadi dosen di sini (Unika Soegijapranata), pernah ditanya apakah bercita-cita menjadi guru besar, saya menjawab iya,” kata Ridwan saat ditanya sesaat sebelum Pengukuhan Guru Besar Unika Soegijapranata di ruang auditorium Gedung Albertus lantai 3, Senin (17/7).

Saat itu ia mengira, seseorang menjadi guru atau dosen pada saat tua nanti akan disebut guru besar. Asalkan melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh dan benar. Ia pada awalnya, tidak mengetahui jika ingin menjadi seorang guru besar harus mengumpulkan kredit poin dari karya-karya ilmiah yang pernah dilakukan.

Dr Ridwan Sanjaya SE SKom MS IEC dikukuhkan sebagai guru besar bidang Sistem Informasi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang di auditorium Gedung Albertus lantai 3 kampus setempat, Senin (7/17). (Puthut Ami Luhur)“Beruntung saya mempunyai kesukaan menulis yang timbul dari kesenangan membaca. Pertama diajak menulis oleh Dr Onno W Purba dimana saat itu saya diminta menulis buku 96 halaman tentang Pemrograman WAP dengan PHP,” tutur Ridwan yang mengaku saat itu karyanya sempat dikembalikan oleh Onno karena jarak spasinya terlalu banyak.

Buku yang ditulisnya saat itu sampai cetak tiga kali karena laris di pasaran. Berangkat dari satu buku ini, Ridwan terus menulis karena ketagihan dan tidak terasa sampai berjumlah 108 buku. Buku-buku yang pernah ditulisnya itu kemudian membantunya dalam mendapat gelar guru besar.

Selain karya ilmiah dalam bentuk buku dan jurnal, dosen Program Studi Sistem Informasi tersebut juga memiliki delapan Hak Kekayaan Intelektual. Ia sampai saat ini tidak pernah membayangkan bagaimana jika harus mengumpulkan kredit karena semua berjalan dengan sendirinya.

(►http://berita.suaramerdeka.com)

Kategori: