Prof.Dr.F.Ridwan Sanjaya,SE.SKom.MS.IEC Dikukuhkan Sebagai Profesor
Senin, 31 Juli 2017 | 10:25 WIB

Kopertis6 ridwan-gubes01Di usianya yang baru genap 40 tahun, Prof.Dr.F.Ridwan Sanjaya,SKom.MS.IEC mampu  meraih  jabatan fungsional akademik (JAFA) Profesor. Dengan diraihkan JAFA tertinggi tersebut, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Unika Soegijapranata menempati urutan ke enam sebagai Profesor di institusinya setelah dikukuhkan sebagai profesor, Selasa, 18 Juli 2017.

Saat pengukuhan, Prof. Ridwan menyampaikan pidato ilmiah bertemakan Disruptive Innovation dalam Pendidikan Tinggi (PT). Disampaikan olehnya bahwa PT hendaknya senantiasa mencermati sebagaimana tema tersebut.

“Disruptive innovation merupakan suatu perubahan yang terjadi dan tidak dapat dihindari sebagai dampak dari kemajuan teknologi, produk dan bisnis yang mengutamakan kemudahan, dan keberpihakan kepada masyarakat.” jelasnya

Menurutnya, dalam pendidikan tinggi kursus online atau Massive Open Online Course (MOOC) acapkali disebut sebagai bentuk disruptive innovation. “Beberapa contoh MOOC yang sudah dikenal kalayak seperti  edX (edx.org), Udacity (udacity.com), Udemy (udemy.com) dan Coursera (coursela.org).” papar Prof. Ridwan

Ke depan, lanjutnya, PT perlu bergerak menemukan berbagai hal baru agar dapat menjadi pelopor dari disruptive innovation, serta menjadi bagian dalam perubahan yang radikal agar tak tertinggal. “Transformasi PT yang baik, lebih mudah, sederhana, nyaman adalah merupakan usaha yang harus terus berjalan. Jika tidak, maka keberadaan PT akan tergantikan.” Tandasnya

Ia mencontohkan, salah satu bentuk disruptive innovation di Unika berupa program berbasis Android Unika Menyapa.

Terkait dengan keberhasilan Prof.  Ridwan meraih JAFA Profesor, rektor Unika Prof. Dr. Y. Budi Widianarko saat menyampaikan sambutan mengatakan,  menjadi Guru Besar adalah menjadi individu yang secara akademik mumpuni dalam bidang ilmu tertentu. Dengan demikian, gelar Guru Besar merupakan gelar yang sangat terhormat.

“Sebagai puncak karier akademik, sebagai pemimpin akademik, seorang Guru Besar diharapkan mampu menunjukkan kompetensi scholarship yang merupakan suatu ketrampilan intelektual berhubungan dengan riset dab profil internasional, serta mencerminkan kewibawaan dan reputasi akademik.”  papar rektor

Kepada Prof. Ridwan, rektor berharap, meskipun telah memiliki keempat scholarship (discovery, integration, application, teaching), hendaknya terus mengasah keempat ketrampilan tersebut.

Tampak hadir dalam acara pengukuhan, Koordinator Kopertis VI, Prof. DYP Sugiharto dengan didampingi sekretaris Pelaksana, Amsar, SH,MM

(►http://www.kopertis6.or.id)

Kategori: