Perkenalan Tim Campus Ministry Unika Soegijapranata dengan Romo Budi
Rabu, 12 Juli 2017 | 9:04 WIB

Romo Aloys Budi Purnomo Pr – Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata dengan Tim Campus Ministry di pendopo Training Centre Unika Soepra Semar

Untuk mengenal lebih jauh tentang Campus Ministry,  Romo Aloys Budi Purnomo Pr – Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang menggelar perkenalan dengan Tim Campus Ministry di pendopo Training Centre Unika Soegijapranata, Selasa (11/7) siang.

Hadir dalam pertemuan perkenalan itu Sr. Elsa CM, Hermawan Hengwi dan Pak Yoso, yang selama banyak membantu kiprah dan dinamika Campus Mimistry. Yoso sehari-hari membantu melayani sebagai koster di Kapel St. Ignatius, Unika Soegijapranata.

Dari perkenalan itu Romo Budi kian mengerti bahwa Campus Ministry Unika Soegijapranata memiliki aneka ragam pelayanan dengan koordinasi kepengurusan masing-masing.

Ada Pelayanan Kaum Muda (PKM) yang kehadirannya diwakili Agri, Petra, Tere, Sindy, Karin, dan Inge. PKM melayani rekoleksi, retret dan outbond. PKM selama ini berkegiatan di luar kampus dengan subyek pelayanan orang muda, remaja dan anak muda. Misalnya retret di SMP Kudus, komuni pertama Paroki Gedangan dan Bongsari di BSB.

Ada lagi Orang Muda Katolik (OMK) yang diwakili oleh Ratih, Pandu, Sisil, Roy, Vio, Maria, dan Lisa. Kelompok ini bergerak di pelayanan Misa di kapel kampus, koor, gladi rohani, taize, dan fellowship. Mereka lebih bergerak di dalam untuk sesama mahasiswa.

Unsur lain di CM Unika Soegijapranata adalah KMK (Keluarga Mahasiswi Kristiani) Ecclesia Christi yang diwakilu Mareta, Eca, Okta, Rendi, Titi, dan Andre. KMK EC merupakan komunitas interdenominasi ekumenis dari berbagai Gereja. Mereka rutin mengadakan persekutuan doa dan sharing tiap Selasa, retret mahasiswa, baksos dan oersekutuan dengan mahasiswa Kristianu kampus lain seperti Undip dan Polines.

Ada kelompok lain dari komunitas Kristen yakni History Maker (HM) yang diwakili Gisela, Samuel, Deni, Batan, Elisabeth, dan Dian. HM bergerak dalam penjangkauan jiwa-jiwa dengan doa, ibadat dan persekutuan; praise and worship, berkegiatan tiap Rabu dan Kamis. Mereka menjadi pendoa bagi yang lain. Ada pula pendalaman alkitab.

Kelompok terbungsu adalah Putra-Putri Altar (PPA) yang diwakili oleh Maria, Asti, Mardiana, Merry, Budi, Yudha, dan Vanty. Kegiatannya yang pokok dan penting adalag melayani Ekaristi sebagai pelayan imam dan altar. Mereka bersinergi dengan OMK dalam menyelenggarakan Taize dan Meet up antaranggota PPA dan makrab PPA.

Tim Pendamping

Seperti sudah disebutkan, hadir pula tim pendamping CM Unika Soegijapranata yakni Hermawan Hengwi, Sr Elsa, dan Pak Yoso.

Menurut keterangan Hengwi, penggagas CM Unika Soegijapranata adalah Rm Johannes Pujusumarta Pr yang dulu bertugas di Tahun Rohani Jangli, sejak 1992. CM Unika Soegijapranata adalah CM kedua sesudah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Hengwi menyebutkan, komunitas-komunitas CM Unika Soegijapranata diharapkan menjadi komunitas suci di kampus yang memberi warna rohani dunia kampus. Sementara Romo Budi menyebut CM Unika Soegijapranata sebagai jantung gerak rohani universitas. Maka diharapkan mampu menjangkau semakin banyak mahasiswa, karyawan, staf dan dosen dalam kerjasama dengan Rektor dan Tim Rektorat Universitas.

Sementara itu, dalam rangka pelayanan di Kapel Universitas, Pak Yoso yang bekerja sejak 1 Agustus 1986 siap melayani 24 jam urusan kapel. Beliau mengaku, tiap hari di kapel. “Kalau pas saya pergi, di depan pintu kamar saya ada no hp silakan telpon saya. Saya siap membantu.”

Sr Elsa CM, sendiri melihat dinamika CM Unika Soegijapranata luar biasa. Banyaknya dinamika rohani memberi warna tersendiri kehidupan kampus. “Semoga kehadiran Romo Budi kian menyemarakkan dan meningkatkan hal-hal.yang sudah ada dan memperkaya kita dengan pengalaman Romo dalam bergaul dengan banyak pihak,” kata Sr Elsa.

Romo Budi sangat berterima kasih atas kesempatan perjumpaan perkenalan ini. “Semoga ke depan, suasana rohani kampus kian membuat Unika Soegijapranata kian mengangkat harkat kemanusiaan seperti semboyan: Talenta pro Patria et Humanitate. Menjadi kian religius, menjadi kian nasionalis. Kita beriman dengan berpijak di Tanah Air Indonesia dengan segala kekayaan dan tantangannya,” pungkasnya.

(►http://id.beritasatu.com)

Kategori: