Luuk Corstens Mahasiswa Belanda Peneliti Jamu
Jumat, 14 Juli 2017 | 14:30 WIB

Luuk Corstens mahasiswa asal Belanda yang tinggal di Indonesia selama 3 bulan untuk mengadakan penelitian di Unika Soegijapranata, merupakan salah satu mahasiswa dari perguruan tinggi di Belanda, HAS University of Applied Sciences.

Kedatangannya di Indonesia sendiri terkait dengan program internship yang diadakan oleh HAS University of Applied Sciences yang memberi kesempatan kepada mahasiswanya untuk mencari pengalaman belajar di luar negaranya dalam jangka waktu minimal 3 bulan dan bagi Luuk hal ini menjadi kesempatan baginya untuk datang ke Indonesia.

Food Technology dan Farmasi

Tentang mengapa memilih Indonesia sebagai tujuan program internshipnya, Ia menjelaskan bahwa informasi tentang Indonesia dia peroleh dari keponakan perempuannya yang tinggal di Jakarta, yang merekomendasikan Indonesia untuk dikunjungi oleh Luuk. Hal lain, Ia mengungkapkan bahwa kecintaannya pada dunia pangan membawanya memilih menekuni dunia Food Technology.

Luuk cukup tertarik untuk mendalami penelitian mengenai jamu di Indonesia karena jamu merupakan salah satu sarana pengobatan tradisional bagi masyarakat Indonesia. Ia juga mengungkapkan alasannya memilih studi jamu di Unika karena ingin meningkatkan kemampuannya dalam membuat formula obat-obatan. “Menurut saya, jamu bisa menjadi kombinasi antara ilmu Food Technology dan farmasi” jelas Luuk.

Selama di Indonesia, Luuk mengadakan penelitian mengenai jamu beras kencur di Program Teknologi Pangan Unika Soegiapranata. Adapun penelitian yang ia lakukan adalah menguji perbedaan kencur yang dikeringkan dengan cahaya matahari (Solar Tunnel) dan pemberian udara panas (cabinet) dibandingkan dengan kencur mentah. Kemudian dari ketiganya dibuat Jamu Beras Kencur yang diuji rasa kepada 30 orang yang memberikan feedback ke Luuk. Selain itu, Luuk juga menguji kandungan antioksidan diantara ketiga kencur yang diproses secara berbeda. Luuk berharap dari ketiga jamu yang dihasilkan tidak menghasilkan perbedaan terutama dari segi rasa dan berharap kencur yang dikeringkan dapat menjadi salah satu komoditas ekspor karena memiliki umur simpan yang cukup panjang dibanding kencur mentah sehingga jamu dapat lebih dikenal dunia.

Hobi Olah Raga

Saat ditanya tentang kesannya selama di Indonesia, Luuk mencoba memberikan gambaran perbandingan budaya di Belanda tempat tinggalnya dan Indonesia. Selain itu, Luuk juga mengagumi keramahan orang Indonesia yang saling berjabat tangan sembari tersenyum. Berbeda dengan di Belanda, masyarakat lebih bersikap individualis sehingga Luuk merasakan bahwa Indonesia telah seperti rumahnya sendiri.

Disamping kecintaannya pada dunia pangan, Luuk juga menyukai olahraga sepakbola yang biasa ia salurkan dengan bermain futsal bersama karyawan Unika setiap hari Kamis. Di Belanda, kecintaannya pada dunia sepakbola ia salurkan sejak berumur 15 tahun dengan bergabung dengan sebuah klub lokal, Dosl Football Club yang bermarkas dekat dengan markas PSV Eindhoven, klub sepakbola professional Liga Belanda. Selain itu, Luuk juga menyukai beberapa olahraga lain seperti fitness dan mendaki gunung. Bukti kecintaannya pada dunia mendaki gunung, ia salurkan dengan mendaki Gunung Merapi beberapa waktu lalu. (Cal)

Kategori: ,