LPPM Bekali Mahasiswa Sebelum Terjun KKN
Selasa, 25 Juli 2017 | 16:25 WIB

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unika Soegijapranata periode II semester genap tahun ajaran 2016-2017 tak lama lagi akan terselenggara mulai Selasa (25/7)  hingga selama kurang lebih 21 hari kedepan. Berkaitan dengan akan diadakannya Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unika melalui unit Pusat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) mengadakan “Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN)”.

Rudy Elyadi, SE., MM selaku Kepala Pusat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Unika , menjelaskan bahwa kegiatan pembekalan yang diselenggarakan pada hari Kamis-Jumat (13-14/7) ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa peserta KKN tentang bagaimana seharusnya hidup di desa serta untuk mengakrabkan para anggota kelompok kelompok KKN yang rata rata berasal dari berbagai program studi dan tidak saling mengenal.

“Pembekalan ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan praktis kepada mahasiswa tentang beberapa hal yang berkaitan dengan kehidupan mereka selama kurang lebih 21 hari di desa” ujar Rudy.

Bekal karakter dan Dinamika Kelompok

Acara pembekalan KKN yang berlangsung kurang lebih sejak pukul 17.00 wib hingga 21.00 wib ini membahas 2 sesi utama yakni : (1) Tentang KKN (2) Dinamika Kelompok.

Sesi tentang KKN yang disampaikan langsung oleh Tim Pusat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Unika beserta anggota Satuan Tugas (Satgas) membahas tentang : persyaratan untuk mengikuti KKN, bagaimana menyusun program untuk desa, dan tata aturan hidup di desa. Sesi tentang KKN ini lebih menitikberatkan tentang pentingnya tata aturan hidup di desa karena mengingat nantinya sebanyak 672 mahasiswa Unika dari berbagai program studi akan diterjunkan dalam 3 wilayah  kabupaten berbeda beda yang memiliki karakter yang berbeda beda pula.

“Jadi antara di kecamatan gubug (Kabupaten Grobogan-red) , di kecamatan pagaruyung (Kabupaten Kendal-red) dan di Kabupaten Wonosobo (Kecamatan Kretek-red) secara umum etika-etikanya hampir sama tetapi ada masalah-masalah khusus yang memang antara satu desa dengan desa yang lain ada sedikit perbedaan. Jadi mereka diberi bekal bagaimana hidup di desa yang baik, yang beretika, dan yang menghormati “ ujar Rudy.

Selanjutnya sesi kedua yakni sesi dinamika kelompok. Sesi ini Tim P3M Unika bekerjasama dengan Tim Sunrise Fakultas Psikologi Unika menyampaikan beberapa materi penting yang berguna untuk kelompok. Materi tersebut antara lain : bagaimana membangun kelompok, bagaimana memotivasi kelompok, bagaimana berkomunikasi dalam kelompok, bagaimana melakukan inovasi , dan bagaimana dalam pengambilan keputusan. Berbagai materi tersebut dikemas dalam berbagai bentuk game yang bertujuan  membuat saling mengenall dan akrab antar anggota kelompok KKN mengingat para peserta KKN berasal dari berbagai program studi.

“ Mereka itu kan satu kelompok terdiri dari berbagai macam program studi dan selama kuliah di Unika ini kan mereka tidak saling mengenal dengan yang lain, nah bagaimana agar mereka saling kenal dan lebih dekat? maka kita (Tim P3M dan Tim Sunrise-red) mengadakan program dinamika kelompok yang tujuannya untuk mempercepat proses sosialisasi secara internal di dalam kelompok , artinya sekat-sekat, perbedaan-perbedaan, dan ketidakkenalan mereka dengan yang lain itu akan melebur. jadi mereka akan lebih dekat , lebih saling percaya satu dengan yang lain, saling menghargai satu sama lain” ungkap Rudy.

Karena banyaknya peserta KKN periode ini dan mengingat ada 3 wilayah  kabupaten yang berbeda untuk KKN, pembekalan KKN ini diselenggarakan di 3 lokasi yang berbeda. Para peserta KKN Kecamatan Pagaruyung Kabupaten Kendal mengikuti pembekalan di ruang Theater gedung Thomas Aquinas lantai 3, para peserta KKN Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan mengikuti pembekalan di ruang Auditorium gedung Albertus lantai 3 dan para peserta KKN Kecamatan Kretek Kabupaten Wonosobo mengikuti pembekalan di Gedung Yustinus. (Holy)

Kategori: ,