Gubernur Jawa Tengah Lepas KKN Unika
Selasa, 25 Juli 2017 | 16:45 WIB

Unika Soegijapranata dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode genap tahun akademik 2016 – 2017 telah melepas 672 mahasiswanya ke 3 kabupaten di Jawa Tengah, meliputi : Kabupaten Grobogan 372 mahasiswa, Kabupaten Wonosobo 120 mahasiswa, kemudian Kabupaten Kendal 180 mahasiswa.

Acara pelepasan mahasiswa yang dilaksanakan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, SH., M.IP bersama dengan Rektor Unika Soegijapranata Prof. Dr. Y. Budi Widianarko, M.Sc, serta Kepala LPPM Unika Prof. Andreas Lako, telah dilaksanakan di Lapangan Albertus, pada hari Selasa (25/7).

Dalam sambutannya, Prof. Andreas Lako menyampaikan laporan tentang pelaksanaan KKN Unika Soegijapranata selain di 3 kabupaten ada juga 5 mahasiswa yang diikutsertakan dalam KKN di Kabupaten Mentawai. KKN yang diikuti oleh mahasiswa dari 17 program studi di Unika ini, dibagi secara merata dalam setiap desa di masing-masing wilayah KKN yaitu Kabupaten Grobogan di kecamatan Gubug ada 21 desa, Kabupaten Wonosobo di kecamatan Kertek ada 4 desa, dan Kabupaten Kendal di kecamatan Pagaruyung ada 6 desa. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan oleh Prof. Andreas mengenai fokus KKN Unika yang masih pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup.

Nyambung Program Pemerintah

Sementara itu Prof. Budi Widianarko juga menjelaskan tentang awal mula KKN di Kabupaten Wonosobo, yang sebelum dijadikan tempat tujuan KKN, didahului dengan adanya kegiatan Refleksi Karya yang dilakukan oleh seluruh dosen dan karyawan Unika pada bulan Februari lalu di kabupaten Wonosobo yang selanjutnya ditindak lanjuti. Selain itu Prof. Budi selaku rektor Unika juga merasa sangat puas dengan perkembangan KKN selama kurun waktu 4 tahun ini, karena Unika tidak kesulitan mencari daerah untuk kegiatan KKN justru sekarang banyak kabupaten yang meminta untuk dijadikan tempat kegiatan KKN, artinya kehadiran KKN Unika di daerah tidak menjadi beban. Bahkan dengan kerjasama antara Unika dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) atau Pemerintah Kabupaten (Pemkab), maka program-program KKN yang dikerjakan itu nyambung dengan program-program pemerintah. “Kami (Unika-red) tidak ingin mengembangkan program KKN versi kami sendiri, tetapi kami mengikuti program pemerintah sehingga hasilnya dapat memberikan kemanfaatan bagi semua pihak, dan saya tidak ingin KKN menjadi basa basi akademik atau persyaratan akademik belaka,” jelas Prof. Budi.

“Tidak hanya KKN saja tetapi dalam perkembangannya juga akan ada riset-riset yang mulai dipakai, seperti halnya keterlibatan kami dalam Technopark di Kabupaten Grobogan, serta pengembangan ‘Rumah Kedelai’ untuk menggalakkan program kedelai di Kabupaten Grobogan,”imbuhnya.

Dalam penjelasannya tatkala diwawancarai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menguraikan secara keseluruhan harapannya yaitu supaya dengan program KKN ini, dapat membantu membangun sistem informasi di desa, membantu transparansi anggaran desa, dan berharap dapat mengecek problem kemiskinan berikut datanya termasuk isu-isu lokal seperti : di Wonosobo – lebih banyak pembangunan jamban, di Kendal – pola komunikasi antara masyarakat dengan pemerintahannya (sistem Informasi) dan di Grobogan – Ada keunggulan pada hasil pertanian kedelai, bagaimana pengolahan dan pengembangannya.

“Saya berharap teman-teman dari KKN ini dapat membantu masyarakat dan bisa belajar bersama untuk ikut membantu menyelesaikan persoalan itu,”ucap Ganjar.

“Kita juga harus menjaga Republik ini, maka kita meminta pesan-pesan soal kebangsaan, kebhinekaan, soal Pancasila itu juga disampaikan kepada masyarakat, dengan harapan dapat menjadi kekuatan anak-anak bangsa untuk mendorong spirit membangun yang benar secara ideologi seperti apa, secara fisiknya seperti apa, dan secara metode seperti apa,”pungkasnya.(Fya)

Kategori: ,