Unika Soegijapranata Semarang: Gladi Rohani 2017 Sadarkan Generasi Hi-tech tanpa Hi-touch
Jumat, 2 Juni 2017 | 10:24 WIB

CALLED to be Born anew with a Joyful Spirit. Dipanggil untuk menjadi pribadi yang baru dengan semangat sukacita. Itulah tema Gladi Rohani ke-8.

Gladi Rohani ini diselenggarakan di Wisma Salam, Muntilan, pada Jumat-Minggu (19-21/5). Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang rutin mengadakan kegiatan Gladi Rohani sebagai sarana untuk membuka wawasan dan memupuk iman mahasiswa akan nilai-nilai spiritualitas kristiani. Kegiatan ini dimotori oleh OMK Campus Ministry dalam pendampingan Romo Yohanes Gunawan Pr dan Sr. Theresia Elsa CM.

Para peserta diajak untuk merenungkan lebih dalam mengenai diri sendiri, orang lain, situasi aktual masa kini dan semangat untuk berubah menjadi pribadi baru yang penuh sukacita. Disadari dunia saat ini diwarnai tantangan yang tidak mudah bagi orang muda. Romo Gunawan memaparkan bahwa ada lima situasi masa kini yang perlu diwaspadai.

Apa kelima hal itu? “Situasi masyarakat kita saat ini diwarnai dunia dengan budaya instan, dunia remote control  dan tombol, dunia video klip, dunia aksesoris dan selebritis, serta dunia Generasi Z,” urai Romo Gunawan.

Belajar menemukan kehadiran Tuhan dalam keheningan dan kerjasama dengan sesama teman mahasiswa. Inilah salah satu menu acara dalam program Gladi Rohani untuk Mahasiswa Unika Soegijapranata Semarang di Wisma Salam, Muntilan.

Lebih lanjut dipaparkan, orang muda harus hati-hati dan jeli atas situasi itu. Dunia dengan budaya instan artinya mentalitas cepat jadi dan siap saji tanpa perlu proses. Dunia remote control  dan tombol artinya sekali tekan langsung berubah tanpa harus bersusah-susah. Dunia video klip artinya kebiasaan untuk melihat dengan cepat berbagai kejadian tanpa waktu jeda untuk mencerna. Dunia aksesoris dan selebritis artinya kehidupan yang mengutamakan penampilan luar yang wah dan megah serta canggih dan praktis. Dunia Generasi Z (lahir setelah 1998) yaitu Generasi Net dan Gadget.

“John Naisbitt cs menyebut Generasi Z ini sebagai Generasi hi-tech tanpa hi-touch. Konteksnya globalisasi, di mana informasi dapat diakses dengan mudah oleh siapa pun kapan pun dan dimana pun,”lanjut Kepala Campus Ministry Unika ini.

Selain Romo Gunawan, hadir sebagai narasumber adalah Sr. Isabella SCMM dan Sr. Theresia Elsa CM. Pembinaan rohani dan pengembangan kepribadian yang matang menjadi salah satu upaya untuk membekali orang muda. Sadar sebagai pribadi yang berharga di hadapan Tuhan. Relasi dengan Tuhan dan kepedulian pada sesama perlu terus ditumbuhkan.

Perwujudan iman

Ada sesi dimana peserta diutus untuk mewujudkan imannya dengan kegiatan di pasar dan sekitarnya. Ada yang ditolak, ada yang diterima. Ada yang berjualan keliling, ada yang  menjadi tukang parkir, ada yang mencari rumput, ada yang menunggu warung, dsb. Bukan hasil yang penting, tetapi proses dan perjuangan merasakan pengalaman bersolidaritas-membantu.

Dalam sharing, mereka menyadari bahwa berbuat baik tidak serta merta diterima orang lain. Meski demikian, harus tetap menabur kebaikan. Sentuhan hati dan kepedulian disadari penting ditumbuh kembangkan. Di era teknologi yang makin canggih, manusia sebagai pribadi dan citra Allah harus diutamakan.

Para mahasiswa Unika Soegijapranata bersemangat mengikuti program gladi rohani ini.

Sukacita nampak dalam hati peserta selama mengikuti dinamika acara. Misa pembukaan Gladi Rohani dilaksanakan di Kapel Unika, sesi-sesi dilaksanakan di Wisma Salam. Ada renungan, membaca Kitab Suci Kelompok, aksi solidaritas ke luar kompleks Wisma Salam, sharing kelompok, Jalan Salib kreatif  dengan 5 pemberhentian yang ditutup dengan pembasuhan kaki antar peserta dan panitia, outbound, dan Ekaristi syukur.

(►http://www.sesawi.net)

Kategori: