Reza Pradipta Ardayanti – Semula Ikutan Saudara, Kini Jadi Juara
Senin, 5 Juni 2017 | 8:52 WIB

Reza Pradipta Ardayanti. (Dokumen Pribadi For Jawa Pos Semarang)

BERAWAL hanya sekedar ikut-ikutan saudara, gadis berjilbab bernama lengkap Reza Pradipta Ardayanti ini, memiliki segudang prestasi di bidang olahraga taekwondo. Gadis pasangan dari Sukeriyanto dan Suardani ini, menorehkan prestasi sejak di bangku SD sampai masuk perguruan tinggi sebagai mahasiswi Fakultas Aristektur Unika Soegijapranata. Mulai dari event daerah, provinsi, nasional, dan bahkan internasional, pernah menjadi jawara.

Reza yang kerap disapa Ecak ini mengawali karirnya sejak kelas 3 SD. Semula, hanya coba-coba atas ajakan saudaranya lantaran ingin punya banyak teman. Namun dalam perkembangannya, potensi gadis cantik semakin berkembang, terasah dan menunjukkan kemajuan. Akhirnya waktu kelas 4 SD, mulai memberanikan diri mengikuti event di daerah. “Awalnya saya merasa kurang percaya diri, bingung dan takut kalah. Namun setelah memasuki arena pertandingan, saya tidak tahu kenapa bisa menjadi biasa saja. Hasilnya di awal karir taekwondo, saya hanya meraih perunggu,” tandas gadis kelahiran Semarang, 19 Agustus 1997 ini.

Karir yang Ecak raih sejak awal hingga kini adalah juara II Poomsae Perorangan Putri Kejuaraan Poomsae Taekwondo Antar SD se–Kota Semarang tahun 2008, juara I Kejuaraan Gubernur Cup 2 se–Jawa Tengah tahun 2008, Silver Medal Single Female Pre Junior International Friendship Taekwondo Tournament Atmajaya Jogjakarta 2009, juara II Poomsae Beregu Putri Kejuaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat, dan yang paling bergengsi 1st Palace Female Under 30 Poomsae Team (Ina) At The 2016 Gyeongju Korea Open International Taekwondo Champhionships 2016.

“Yang paling mengesankan ketika mengikuti kejuaraan di Korea. Di sana mendapatkan hal baru dengan beban pertandingan yang lebih menantang dan bisa mengenal negara lain seperti China, Hongkong, Vietnam, dan Korea,” tuturnya.

Diakuinya, sosok yang paling berjasa dalam karirnya adalah I Ketut Swan Dewi. “I Ketut Swan Dewi itu tante saya. Beliau sangat berharga sekali bagi saya. Karena sebab tante saya, bisa menjadi atlet taekwondo sampai sekarang,” tutur gadis berjilbab ini.

Selain itu, imbuhnya, kedua orang tua yang sangat mendukung pilihannya dalam menggeluti taekwondo. “Orang tua saya yang selalu mangantar dan mendukung saya ketika saya masih kecil. Event kemanapun, beliau selalu ikut sampai harus mengambil libur dari pekerjaannya. Orang tua juga memberikan semua fasilitas yang saya butuhkan dari awal sampai sekarang,” tandasnya.

(►https://radarsemarang.com)

Kategori: