Produk Kemasan Alternatif Ramah Lingkungan
Senin, 5 Juni 2017 | 10:13 WIB

WWS 05_06_2017 Produk Kemasan Alternatif Ramah Lingkungan

Industri pembuatan mie instan, masih banyak menghasilkan limbah, terutama dari bumbu yang ikut diproduksi beserta pengemasnya sebagai pendamping mi instan. Edible film atau atau kemasan yang dibuat dari bahan yang dapat dimakan dan bisa dimakan sekalian dengan produknya, dapat menjadi alternatif dalam mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan tersebut.

KARYA ilmiah berjudul "Flavored Edible Film dari Eucheuma cottonii" tersebut, membawa mahasiswa Fakultas Teknologi Pertaman (FTP) Unika Soegijapranata Clementia Caroline, meraih juara dalam National Food Technology Competition (NFTC) 2017 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala (UKWMS) Surabaya.

"Aplikasi penggunaan edible film untuk menggantikan peran pengemas bumbu dalam industri mi instan, sehingga bumbu tidak perlu dimasukkan dalam pengemas plastik. Dengan adanya edible film ini, dalam proses pembuatan mie  instan, bumbu beserta pengemasnya yang terbuat dari edible film langsung dimasukkan ke dalam rebusan mi instan" papamya, saat ditemui kampus Unika, Bendan Dhuwur, Rabu (31/5).

Dirinya berharap dengan penelitian tersebut jumlah limbah plastik bisa berkurang. "Saat ini kemasan pangan umumnya dibuat dari bahan sintetik, khususnya plastik. Padahal bahan tersebut susah untuk didaur ulang, serta menyebabkan pencemaran tanah. Hal ini yang menjadi latar belakang penelitian kita, harapannya dapat menemukan produk kemasan alternatif yang ramah lingkungan," terangnya.

Pengembangan
Tidak hanya, Caroline, dalam ajang yang sama , mahasiswa Unika Yohana Maria juga menghadirkan penelitian ‘Aplikasi Sari Belimbing Wuluh sebagai Asidulan dalam Pengembangan Roti Manis Berbasis Tepung Gaplek’. Dalam penelitiannya, dirinya membicarakan tentang pemanfaatan tepung gaplek.

Selama ini kita masih mengimpor tepung terigu sebagai bahan baku roti. Melalui penelitian ini, saya ingin mengembangkan tepung gaplek agar bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar tepung roti," terangnya.

Hal tersebut tidak mudah, sebab apabila diaplikasikan dalam tepung roti, tepung berbahan dasar gaplek menghasilkan tekstur roti yang kurang menarik, karena tingkat kekerasannya yang tinggi. "Solusinya dengan menambahkan sari belimbing wuluh, yang berperan sebagai asidulan (bahan tambahan pangan yang bersifat asam), yang bereaksi dengan pengembang kimia di dalam produk roti. Sehingga akan terbentuk karakteristik roti dari tepung gaplek yang lebih bagus," tandasnya.

Atas penelitian yang dilakukan keduanya pun berhasil meraih juara. Di ajang tersebut, Yohana Maria memperoleh Juan II pada Kompetisi Poster Ilmiah, sedangkan Clementia Caroline meraih Juara II dalam Kompetisi Karya Tulis Ilmiah.

(■ Wawasan 2 Juni 2017 hal. 17)

Kategori:

One Response to “Produk Kemasan Alternatif Ramah Lingkungan”