Pengamat Ini Bilang Energi Aparat Transportasi Habis Urusi Kebijakan Populis
Selasa, 20 Juni 2017 | 8:15 WIB

1416542040

Energi pemerintah dinilai banyak tersita untuk kebijakan populis seperti mudik gratis. Sementara kinerja pembangunan transportasi massal nyaris tak terdengar alias sayup-sayup.

Demikian disampaikan pengamat transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, Djoko Setijowarno, Senin (19/6/2017).

Menurut Djoko, mudik gratis bentuk kebijakan populis yang tak akan pernah menyelesaikan masalah.

“Kecuali kalau diimbangi dengan implementasi kebijakan-kebijakan mendasar transportasi secara konsisten dan komprehensif,” kata Djoko.

Djoko mengkritisi, energi aparat transportasi saat ini habis hanya untuk mengurus kebijakan-kebijakan populis, seperti taksi on line dan angkutan lebaran.

“Mungkin bila dihitung-hitung dalam setahun fokus kepada dua kebijakan itu memakan waktu 2/3 dari kerja secara keseluruhan. Sementara yang jelas-jelas diamanatkan Renstra Kemenhub, yaitu membangun transportasi umum massal, kinerjanya sayup-sayup,” ujar Djoko.

(►http://beritatrans.com)

Kategori: