Misa Perdana Romo Budi di Asrama St Teresa Avila Semarang
Rabu, 21 Juni 2017 | 22:01 WIB

UNTUK​ pertama kalinya Romo Aloys Budi Purnomo sebagai Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata melayani Misa Harian para Suster dan sejumlah mahasiswi-mahasiswa Kapel Asrama St Teresa Avila, bagian dari Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang, Rabu, 21/6. Asrama St Teresa Avila adalah Asrama Mahasiswi Unika Soegijapranata yang letaknya tidak jauh dari Kampus Unika Soegijapranata.

Sebetulnya, jarak antara asrama dan kampus cukup ditempuh dengan berjalan kaki apabila ingin sambil berolahraga, atau bisa bersepeda atau sepeda motor dalam hitungan menit saja; namun Romo Budi hari itu harus melaju dari Pastoran Kristus Raja Ungaran untuk mempersembahkan perayaan Ekaristi pukul 06.00 WIB. Ia kemudian berangkat pukul 05.00 WIB agar tidak terlambat.

Misa pagi kali itu, merupakan Misa Perdana yang istimewa baginya karena hari itu juga merupakan Misa Peringatan Wajib St Aloysius Gonzaga yang menjadi nama baptisnya. Misa disemarakkan dengan iringan gitar Sr Ella CM diikuti oleh beberapa mahasiswa-mahasiswi Tim Campus Ministry Unika Soegijapranata.

Sesudah Misa Pagi, para Suster membuat kejutan dengan bernyanyi bersama di lorong asrama. Mereka menyanyikan lagu “Welcome to the Family” penuh semangat sambil menari sesuai syair dan irama lagu untuk menyambut Romo Budi yang baru pertama kali merayakan Ekaristi di Kapel Asrama St Teresa Avila. Sesudah itu dilanjutkan dengan makan pagi.

Asrama St Teresa Avila
Asrama mahasiswi St Teresa Avila Unika Soegijapranata Semarang yang nyaman, asri, hijau dan bebas dari keramaian dan terletak di dekat kampus Unika ini bukan sekadar tempat tinggal. Asrama yang berfasilitas internet free ini memberi kesempatan yang tinggal di dalamnya berlatih bahasa Inggris learning by doing.

Asrama ini juga menyediakan program pengembangan karakter kepribadian. Selain terdapat layanan pendampingan rohani oleh Pastor Campus Ministry dan para Suster pendamping, asrama mahasiswi yang saat ini dihuni oleh 65 mahasiswi itu juga memberi ruang-ruang untuk mengasah ketajaman intelektual dan spiritual melalui forum-forum diskusi yang memperkaya wawasan.

Saat Romo Budi tiba di asrama ini untuk mengadakan Misa Perdana, sistem sekuriti 24 jam atau petugas keamanan yang berjaga dengan mudah membantunya. Bahkan para Suster pun menantangnya untuk menyelenggarakan English Mass alias Misa dalam Bahasa Inggris di asrama tersebut. “Tentu saja, Saya menyambut dengan baik gagasan itu,” ujar Romo Budi.

(►http://www.hidupkatolik.com)

Kategori: