Menabur Benih Kerukunan Ekumenis
Rabu, 21 Juni 2017 | 15:32 WIB

Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata, Romo Aloys Budi Purnomo Pr melantik dan meneguhkan Pengurus KMK "Ecclesia Christi" Unika Soegijapranata 2017-2018 di Ruang LPPM Gedung St. Mikael Lt. 4, Selasa (20/6). Mereka adalah Andre (Ketua), Randy (Sekretaris), Yuli (Bendahara), Mareta, Je, Eca (Sie Acara), Okta (Publikasi), Alvido (Sie Doa).

"Ecclesia Christi" (EC) merupakan salah satu komunitas mahasiswa-mahasiswi  yang beragama Kristen dari berbagai denominasi yang tergabung dalam Reksa Pastoral Mahasiswa (Campus Ministry) Unika Soegijapranata. Antara lain, mereka adalah anggota Gereja Kristen Jawa, Gereja Kristen Indonesia, Gereja Isa Almasih, GKT, GPID, dan GBI. Selain EC, komunitas mahasiswa-mahasiswi yang masuk dalam Reksa Pastoral Kampus Unika Soegijapranata antara lain adalah Orang Muda Katolik (OMK), Paguyuban Putra-Putri Altar (PPA), Padauan Suara Gratia Choir, Gladi Rohani, dan Kaderisasi Leadership.

Benih Kerukunan Ekumenis

Dalam suasana yang penuh sukacita dan rukun, orang-orang muda itu merajut kerukunan dalam acara tersebut. Di antara mereka sendiri sudah terdiri dari berbagai denominasi Gereja, namun mereka menabur benih kerukunan dalam kerja sama dan pelayanan untuk sesama rekan mahasiswa.

Dalam pelantikan itu juga hadir kelompok-kelompok dari Katolik, yakni PPA dan OMK Kampus. Itulah sebabnya kerukunan itu disebut kerukunan ekumenis.

Dengan mengutip kisah cara hidup jemaat perdana (Kis 2:46-47), Romo Budi yang juga Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang itu meneguhkan orang-orang muda itu agar bertekun dan dengan sehati mereka membangun hidup yang rukun kendati berbeda Gereja, berbeda suku dan kebudayaan.

Sejumlah mahasiwa yang hadir dalam peneguhan itu antara lain: Esra, Diah, Mareta, Yuli, Yona, Asti, Okti, Roy, Eca, Randy, Elfido, Je, Yuda, Blasius, Vio, Irin, Dita, Ester, Veron, Sarah, Yoga, dan Christi. Mereka bernyanyi dalam suasana syahdu diiringi Andre yang bermain gitar dan Bobi yang bermain keyboard.

Hidup rukun dan damai itu terpancar dalam nyanyian gerak dan lagu secara bergiliran dipimpin di antara mereka untuk tidak lelah menjalin hidup rukun. Sekretaris Campus Ministry, Sr. Elsa CM pun, tak segan-segan turut menari dan menyanyi bersama mereka.

"Kita ini bersama-sama seperti satu tubuh dengan banyak anggota yang harus saling menopang menabur benih kerukunan dan menciptakan hidup yang damai!" kata Romo Budi menutup acara peneguhan tersebut.

Semoga mereka menjadi tanda dan sarana kerukunan serta perdamaian dari dunia kampus menuju kehidupan bersama di tengah masyarakat dan bangsa.

(►http://id.beritasatu.com)

Kategori: