Berbagi Pengalaman Studi di Luar Negeri
Jumat, 9 Juni 2017 | 13:45 WIB

Interactive Talkshow  yang diadakan oleh International Office Unika Soegijapranata dengan tema “Be Part of the World, Be a Student Exchange” telah membahas mengenai bagaimana cara dan bagaimana pengalaman para mahasiswa yang telah mengikuti student exhange di Asia yang dibantu oleh pihak ACUCA (The Association of Christian Universities and Colleges in Asia) di ruang Teater, gedung Thomas Aquinas Unika Soegijapranata. Di acara yang diselenggarakan pada hari Kamis (9/6) ini, para peserta talkshow dapat mendengarkan bagaimana pengalaman pertukaran pelajar, lalu berbagai saran mengenai apa saja yang harus diurus dan dipersiapkan ketika akan berpartisipasi.

Ketiga perwakilan mahasiswa Unika menceritakan mengenai pengalaman pertukaran pelajar mereka di tiga negara yang berbeda. Theofilus Chandra, mahasiswa Program Studi  Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer, telah berpartisipasi dalam pertukaran pelajar di Universitas Assumption, Thailand. Theo mengambil Computer Science sebagai mata kuliah-nya disana. “Walau banyak lady-boy-nya, saya merasa justru disana orang-orang bisa bebas berekspresi tanpa perlu takut dikomentari,” ujar Theo ketika ditanya alasan mengapa memilih Thailand sebagai negara tujuan-nya.

Elisabeth Dian, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni, bertukar pelajar di Universitas Kwansei Gakuin, Jepang. Elisabeth memang sudah sejak awal menyukai berbagai hal tentang Jepang, dan ia sengaja memilih Universitas Kwansei karena di daerah sekitarnya, budaya Jepang masih sangatlah kental.  Ia menganjurkan kepada para peserta untuk merancang mata kuliah apa yang ingin didapat saat akan mengikuti student exchange, lalu berkonsultasi dengan Wakil Dekan 1 supaya dapat dimudahkan dalam perkuliahan ke depan.

Ulil Af-Farizi, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni, juga berpartisipasi dalam student exchange di Universitas Wenzao Ursuline, Taiwan. Ia sempat kesulitan sesampainya di Taiwan karena ia tidak dapat berbahasa Mandarin. Ia terbantu oleh pendamping dari universitas Wenzao, seperti anggota Global Friends di Unika, yang selalu membantu memperkenalkan Taiwan dan menemani aktifitas mahasiswa disana sebelum keberangkatan hingga sesampainya di lokasi.

Fisik dan Mental juga Harus Dipersiapkan

Ketiga peserta student exchange ini juga sempat menceritakan kekaguman mereka sesampainya di lokasi masing-masing. Mereka mendapat banyak pelajaran disana, seperti ketepatan waktu, tertib-nya kehadiran siswa dalam kelas, dan tertibnya menjaga kebersihan. Sekembalinya di Indonesia, ketiga mahasiswa tersebut merasakan perubahan positif dalam diri mereka. Mereka menjadi mahasiswa yang lebih aktif dan lebih berwawasan dalam hal berkomunikasi. Sehingga dapat disimpulkan, melalui pertukaran pelajaran ini, kita dapat bertambah wawasan dan pengalaman, mengenal lingkungan negara lain, melatih berkomunikasi bahasa asing, serta mendapat hiburan dan rekreasi. Jangan lewatkan kesempatan, jadilah peserta student exchange berikutnya. (yel)

Kategori: ,